Mesir
Libya
Sudan
Maroko
Afrika




ruang terkait

edisi web

dalam » Berita » Mesir

Revolusi Mesir

Mohamed Morsi, Capres Ikhwanul Muslim Mesir

22 Apr 2012 12:56

Islam Times- Berjanji akan menjadi presiden untuk semua orang Mesir, Morsi mengatakan bahwa dia akan mencari suara ultra-konservatif Muslim.


Capres Ikhwanul Muslimin Mesir, Mohamed Morsi telah membuat pernyataan publik pertamanya sejak namanya masuk dalam list akhir pemilu capres di negara itu.

Pada hari Sabtu (20/4/12), Morsi (59 tahun) berjanji akan memerintah dalam koalisi dan menstabilkan Mesir yang telah mengalami kerusuhan politik lebih dari setahun. Demikian laporan Reuters.

"Presiden Mesir mendatang tidak boleh seperti pendahulunya. Dia tidak boleh menjadi pengikut yang menjalankan kebijakan hukum dari luar," kata calon presiden itu.

Berjanji akan menjadi presiden untuk semua orang Mesir, Morsi mengatakan bahwa dia akan mencari suara ultra-konservatif Muslim.

Adapun Capres Hazem Abu Ismail Salafi, Khairat al-Shater Ikhwanul Muslimin, dan mantan kepala intelejen Omar Suleiman termasuk capres yang telah didiskualifikasi.

Ketiga kandidat utama itu mengajukan banding dan sedang menunggu untuk melihat apakah banding mereka akan ditinjau.

Pemilihan presiden Mesir akan diselenggarakan dalam dua putaran pada bulan Mei dan Juni.

Dewan militer (SCAF) yang didukung Barat telah mengambil alih kekuasaan di Mesir pasca revolusi Februari tahun lalu yang berhasil menggulingkan rezim diktator Hosni Mubarak.

SCAF berjanji akan mengundurkan diri setelah enam bulan dan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil. Sejauh ini, janji itu tidak dipenuhi. [IslamTimes/r]