Wednesday 22 February 2012 10:53
Share/Save/Bookmark
Dialog Nuklir Iran
Iran akan Adakan Pembicaraan Baru dengan IAEA
IslamTimes - Duta Besar Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Ali Asghar Soltanieh mengatakan, negaranya siap mengadakan pembicaraan lebih lanjut dengan Badan Energi Atom Internasional terkait program energi nuklir sipil, Selasa.
Ali Asghar Soltanieh, Duta Iran di IAEA
Ali Asghar Soltanieh, Duta Iran di IAEA


Sesi pembicaraan putaran kedua yang berlangsung di Tehran antara pejabat Iran dan delegasi badan IAEA berakhir kemarin. Lapor berita.

Dalam pernyataanya, Iran mengatakan, pembicaraan kemarin berhail menyepakati beberapa noktah kesepahaman dan kerjasama  saling pengertian dari kedua belah pihak.

Satu delegasi tingkat tinggi IAEA, yang dipimpin oleh Deputi Direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Jenderal Herman Nackaerts,  menyelesaikan kunjungan resmi ke Tehran Iran, Senin.

Wakil Direktur umum badan nuklir PBB dan IAEA itu mengatakan, kedua belah pihak berkomitmen untuk menyelesaikan semua masalah yang beredar.

"Selama tiga hari kami diskusi intensif, tentang semua prioritas kita. Untuk itu, kami berkomitmen untuk menyelesaikan semua isu yang beredar dan Iran mengatakan, mereka berkomitmen juga,"kata Deputi Direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Jenderal Herman Nackaerts.

Nackaerts juga mengatakan,"Tapi tentu saja masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dan kami telah merencanakan perjalanan kunjungan lain dalam waktu dekat," katanya lagi.

"Kami memiliki perjalanan kunjungan yang baik. Sekarang, saya akan kembali ke markas dan menginformasikan pada Direktur Jenderal IAEA, Yukiya Amano tentang misi ini," Nackaerts menambahkan.

Sebelumnya pada Selasa, Jubir Departemen Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast mengatakan, Tehran siap melakukan pembicaraan lanjutan terkait program nuklirnya dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB - Rusia, China, Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat - plus Jerman(P5 +1).

Dalam kesempatan itu, Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengatakan, tempat pembicaraan sesi baru ini  akan ditentukan di akhir pekan.

"Turki telah mengumumkan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah. Namun, beberapa negara lain bisa menjadi alternatif lain, " kata Salehi dalam jumpa pers bersama dengan mitra dari Oman, Yusuf bin Alawi, di Tehran, Selasa.

"Insya Allah, Sabtu akan terealisasi setelah berbagai pihak menyatakan kesiapannya" katanya, mengacu noktah kesepakatan antara Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Saeed Jalili dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton.

"Mudah-mudahan, hari Sabtu atau Minggu, akan terealisasi." Tandasnya.

Iran dan kelompok P5 +1 sudah dua kali putaran membicarakan status nuklir Iran di Jenewa, Swiss, Desember 2010 dan Istanbul Turki, Januari 2011.

Iran juga telah menegaskan kesiapannya melanjutkan perundingan di negara netral. Iran bersikukuh tidak akan melepaskan haknya untuk mengembangkan tehnologi nuklir damai.

Kepada dunia internasional, Amerika, Israel dan Eropa memegafonkan kebenciannya atas capaian gemilang Iran dan menuduh negari Mullah itu tengah mengembangkan tehnologi nuklir untuk tujuan militer.

Republik Islam Iran selalu menepis klaim infaktual tersebut dan menyatakan, Iran ikut menandatangani Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan menjadi angota Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Iran mengatakan, negaranya memperkaya uranium untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir, dan bukan untuk membuat bom. [IT/r]
kode topik : 139892
kirimkan topik ini kepada kawan
kirimkan topik ini kepada kawan
terima file dimaksud
terima file dimaksud
ruang terkait
ruang terkait
adres email :
pandangan anda :
tunjuk alamat email