Monday 20 February 2012 20:57
Share/Save/Bookmark
Embargo Minyak Iran
Indonesia Tak Terpengaruh Minyak Iran
Islam Times- Dia menjelaskan, walaupun harga minyak mentah tinggi, tetapi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) juga menguat dikisaran USD111-USD114 per barel. Sehingga Indonesia, tidak terlalu bergantung dengan kondisi Iran tersebut.
Indonesia Tak Terpengaruh Minyak Iran

Penghentian penjualan minyak mentah oleh Iran dinilai tidak akan mempengaruhi stok minyak mentah di Indonesia, sebab, Indonesia tidak mengimpor minyak produksi Iran.

"Kita tidak melakukan impor crude ataupun Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Iran," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo, seusai konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/2/2012).

Dia menjelaskan, walaupun harga minyak mentah tinggi, tetapi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) juga menguat dikisaran USD111-USD114 per barel. Sehingga Indonesia, tidak terlalu bergantung dengan kondisi Iran tersebut.

Seperti diketahui, Iran mengumumkan penghentian penjualan minyak ke negara Prancis dan Inggris. Keputusan itu diambil sebelum larangan impor minyak Iran oleh Uni Eropa berlaku secara penuh.

Keputusan ini membuat harga komoditas tersebut melonjak. Pada perdagangan di bursa komoditas, minyak mentah jenis Brent dijual diatas USD121 per barel atau tertinggi sejak delapan bulan terakhir.

Meskipun dinyatakan tidak tergganggu, Kementerian ESDM sedang menghitung volume crude dan BBM yang melewati Selat Hormuz, karena beberapa crude dan BBM Indonesia melewati Selat Hormuz.

"Di Eropa memang banyak yang tergantung dengan Iran, namun Indonesia belum terlalu khawatir terkait selat Hormuz, kita tidak terganggu Iran," tandasnya.

Diberitakan, pasca Iran menghentikan penjualan minyak mentahnya ke Inggris dan Prancis, Iran kembali mengancam akan menghentikan seluruh penjualan minyak ke anggota Uni Eropa lainnya. Ancaman ini akan direalisasikan jika Uni Eropa masih melanjutkan permusuhannya dengan Iran.

Rostam Qasemi, Menteri Perminyakan Iran sebelumnya mengatakan penghentian ekspor minyak ke Eropa tidak akan mempengaruhi Iran.

Tahun lalu Iran memasok lebih dari 700.000 barel per hari ke Uni Eropa dan Turki namun pada awal tahun ini pasokan itu menurun menjadi sekitar 650.000 barel par hari, menurut laporan Reuters Kamis (16/02).

Reuters memperkirakan, Tupras dari Turki adalah konsumen Eropa terbesar untuk minyak Iran pada 2011, dengan 200.000 barel per hari, dan diikuti oleh Total 100.000 barel per hari, Shell 100.000 barel per hari, Hellenic dari Yunani 80.000 barel per hari dan Cepsa Spanyol 70.000 barel per hari.[Islam Times/on/rtr/sindo]
kode topik : 139404
kirimkan topik ini kepada kawan
kirimkan topik ini kepada kawan
terima file dimaksud
terima file dimaksud
ruang terkait
ruang terkait
adres email :
pandangan anda :
tunjuk alamat email