Saturday 14 April 2012 21:49
Share/Save/Bookmark
Hegemoni Global
Tel Aviv Bisa Cekal Warga Inggris di Bandara
Islam Times- "Tidak pernah terlintas di benak saya kalau Israel bisa mencekal orang dengan paspor Inggris yang lepas landas di bandara,” ucap Norma Turner. Demikian laporan Guardian.
Tel Aviv Bisa Cekal Warga Inggris di Bandara

Seorang aktivis Inggris pro Palestina mengatakan rezim Israel bisa mencekal orang-orang dengan paspor Inggris yang akan lepas landas di bandara negara itu. Tiket aktivis tersebut dan beberapa rekannya menuju wilayah pendudukan Palestina telah dibatalkan secara paksa oleh Tel Aviv.

Tiga aktivis perempuan telah memesan tiket maskapai Jet2.com untuk penerbangan ke Tel Aviv dalam rangka menghadiri pertemuan pro-Palestina di Tepi Barat. Tapi maskapai penerbangan ini mengirim email kepada dan mengatakan mereka tidak diizinkan memanfaatkan fasilitas penerbangan maskapai itu. Bahkan uang tiket mereka tidak dikembalikan.

"Tidak pernah terlintas di benak saya kalau Israel bisa mencekal orang dengan paspor Inggris yang lepas landas di bandara,” ucap Norma Turner. Demikian laporan Guardian.

Maskapai penerbangan Jet2.com mengatakan mereka terpaksa menginformasikan nama para penumpang, kebangsaan, tanggal lahir dan nomor paspor calon penumpang ke Tel Aviv.

Dikatakan, setelah mendapat informasi tersebut dari pihak maskapai, pejabat Israel mengatakan pesawat yang dimaksud tidak akan diiizinkan masuk ke wilayah pendudukan kecuali jika tiga aktivis tersebut dikeluarkan dari list penumpang.

Dalam email kepada ketiga aktivis itu, petugas maskapai mengatakan: "Kami turut menyesalkan keputusan yang diambil oleh pemerintah Israel. Kami tidak dapat membawa Anda menuju Israel pada kesempatan ini. Dengan demikian, tiket yang Anda pesan lewat Jet2.com menjadi batal."

Ketiga warga Inggris ini bagian dari sekitar 2.000 aktivis negara-negara Eropa yang akan terbang ke Tel Aviv untuk menuntut hak mengunjungi Tepi Barat. Kunjungan ke Tepi Barat adalah bagian dari agenda Selamat Datang di Pertemuan Palestina yang akan dilaksanakan pada hari Minggu (15/4/12).

Turner mengatakan dia akan menuntut maskapai penerbangan Jet2.com karena pihak maskapai telah menyiapkan persyaratan hukum untuk naik pesawat. Dia juga menambahkan langkah perusahaan penerbangan itu adalah satu bentuk kepatuhan pada Tel Aviv.

"Saya pikir maskapai harus menghormati komitmennya. Kami sudah siap untuk check-in. Kami juga punya boarding pass," ujar Turner.

"Setiap negara memiliki hak mengontrol perbatasannya sendiri. Tapi mencekal kami untuk meninggalkan perbatasan Inggris hanya akan menunjukkan besarnya kekuatan dan pengaruh Israel," tambah Turner.

Pembatalan penerbangan ketiga aktivis itu dilakukan setelah sebelumnya Lufthansa, penerbangan Jerman membatalkan penerbangan beberapa aktivis lainnya.

Beberapa hari sebelum kepergiannya, Turner mengatakan Israel telah memenjara warga Palestina dengan dukungan sekutu Baratnya terkhusus Inggris.

"Israel telah menghancurkan seluruh hak dasar rakyat Palestina termasuk hak mendapatkan air, makanan, pekerjaan, perawatan, keadilan melalui pengadilan, kesehatan dan obat-obatan," kata Turner awal pekan ini. [Islam Times/r/on]
kode topik : 153281
kirimkan topik ini kepada kawan
kirimkan topik ini kepada kawan
terima file dimaksud
terima file dimaksud
ruang terkait
ruang terkait
adres email :
pandangan anda :
tunjuk alamat email