Iran
Saudi Arabia
Bahrain
Suriah
Irak
Palestina
Kuwait
Qatar
Yaman
Libanon
Zionis
Yordania
Indonesia
Cina
Jepang
Malaysia
Thailand
India
Afganistan
Pakistan





ruang terkait

edisi web

dalam » Berita » Iran

Perundingan Nuklir Iran

Iran: Penghapusan Sanksi, Syarat Perundingan di Baghdad

21 Apr 2012 14:51

Islam Times- Selain itu, Kosari juga menjelaskan penghapusan sanksi Barat terhadap Iran terkait program nuklir damai harus menjadi agenda utama perundingan.


Anggota senior parlemen Iran kembali menegaskan, masalah non-proliferasi dan penghapusan sanksi sepihak pada sektor minyak dan bank Iran menjadi fokus dan prioritas perundingan putaran berikutnya antara Tehran dan kekuatan dunia di Baghdad yang akan digelar pada 23 Mei nanti.

"Non-proliferasi senjata atom yang merupakan bahaya besar perdamaian dunia menjadi salah satu prioritas utama kami dalam negosiasi dengan Kelompok 5+1 di Baghdad," Kata Deputi Ketua parlemen Keamanan Nasional untuk Komisi Kebijakan Luar Negeri, Esmayeel Kosari, Sabtu, 21/04/12 di Tehran.

Selain itu, Kosari juga menjelaskan penghapusan sanksi Barat terhadap Iran terkait program nuklir damai harus menjadi agenda utama perundingan.

"Penghapusan sanksi tidak rasional atas Tehran, harus menjadi fokus pembicaraan," ulang dia.

Pekan lalu, Iran dan enam kekuatan dunia menggelar perundingan nuklir Iran di Istanbul, Turki Sabtu, 14/04/12, setelah setahun terhenti. Beberapa capaian diskusi tersebut kedua belah pihak sepakat akan menggelar perundingan lanjutan di ibu kota Irak, Baghdad, 23 Mei mendatang.

Kepala negosiator Iran, Saeed Jalili dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan, perundingan Istanbul 'bermanfaat' dan kontruktif' meskipun belum jelas apa makna dari pernyataan tersebut.

Namun, Jalili menjelaskan, "Apa yang dibahas dalam pembicaraan hari ini adalah penekanan hak-hak nuklir Iran berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi (NPT)," kata Jalili kepada wartawan usai menghadiri perundingan di Istanbul.

Waktu itu, Jalili juga menekankan, pentingnya penarikan sanksi terhadap Iran dan menjadi fokus pembicaraan masa depan terkait kerja sama Iran dan kekuatan dunia.

Ketika ditanya apakah kedua belah pihak punya agenda membicarakan kepemilikan nuklir negara-negara diluar NPT, Jalili mengatakan pembicaraan lebih terfokus pada kerangka negosiasi dan kerja sama, "tapi masalah kepemilikan nuklir negara-negara diluar NPT adalah masalah penting, khususnya perlucutan senjata dan non-proliferasi senjata nuklir". [Islam Times/on/Fars News]