Friday 24 February 2012 13:02
Share/Save/Bookmark
Embargo Minyak Iran
Dahlan Iskan Cari Minyak Harga Diskon!
Islam Times- Bahkan kenaikan harga minyak global ini memunculkan wacana di AS agar White House melepas stok cadangan minyaknya demi menghambat kenaikan harga minyak yang melambung tak terkontrol.
Foto; kendarinews
Foto; kendarinews

Ini berita menarik dari Dahlan Iskan. Dilansir dari situs analisadaily.com, Menteri Badan Usaha Milik Negara ini akan memanfaatkan situasi politik yang memanas antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran untuk mengincar minyak mentah murah meriah.

Diakuinya, harga minyak mentah di pasaran global yang melambung tinggi tak terkontrol membuat Indonesia menjadi korban karena merupakan salah satu negara pengimpor minyak.

Tidak ingin Indonesia menjadi korban "perang" kedua negara tersebut, ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.

"Ide yang cukup baik, jika kita memanfaatkan situasi AS-Iran ini, salah satunya membeli minyak Iran namun dengan harga diskon yang sangat menarik. Itu akan saya coba," ujar Dahlan, di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis, mengutip dari situs berita analisadaily, (23/2).

"Saya tidak ingin mereka yang perang rakyat kita yang menjadi korbannya," ujar Dahlan.

Situasi global yang memanas saat ini tidak saja berimbas pada ekonomi Indonesia, ternyata Amerika Serikat hansip dunia ikut menjerit karena melambungnya harga-harga energi di pasar global. Diberitakan, langkanya pasikan minyak mentah di pasar global, membuat lonjakan harga bensin di Amerika Serikat tak terbendung.

Kondisi ini dirasakan oleh produsen minyak terkemuka dunia, Vitol. CEO Vitol Ian Taylor mengatakan, "Saat ini, para politisi menghindari semua kemungkinan ini tapi, seperti yang Anda tahu, minyak harganya sangat mahal, terutama di euro," kata Taylor

Bahkan kenaikan harga minyak global ini memunculkan wacana di AS agar White House melepas stok cadangan minyaknya demi menghambat kenaikan harga minyak yang melambung tak terkontrol.

Sebelumnya, akibat situasi memanas kedua negara, harga minyak mentah jenis Brent sudah bertengger di angka US$ 120/barel. Sementara perhitungan harga minyak yang ditetapkan dalam APBN 2012 adalah sebesar US$ 90/barel. Artinya semakin mahal minyak mentah maka akan semakin besar pula subsidi BBM oleh negara.

Bahkan diprediksikan, harga minyak mentah di pasar global akan menyentuh pada level 124.3 dollar per barel jika Iran benar-benar memotong minyaknya ke negara-negara Eropa dan krisis global terus berkembang. [IslamTimes/sa]

www.farsnews.com/newstext.php?nn=13901204000934
kode topik : 140409
kirimkan topik ini kepada kawan
kirimkan topik ini kepada kawan
terima file dimaksud
terima file dimaksud
ruang terkait
ruang terkait
adres email :
pandangan anda :
tunjuk alamat email