Jet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan LumpuhImam Ali Khamenei: Muslim Sunni dan Syiah Bersatu Melawan MusuhAyatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari Peshmerga
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 13 February 2018 - 10:27
Share/Save/Bookmark
Rusia dan Gejolak Suriah:
Kremlin: Kontingen Rusia di Suriah Memiliki Potensi untuk Mendeteksi Terorisme
Dmitry Peskov - Kremlin spokesman.jpg
 
Dmitry Peskov - Kremlin spokesman.jpg
 
IslamTimes - Kontingen Rusia yang tersisa di Suriah memiliki potensi yang diperlukan untuk mencegah aktivitas teroris, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Senin (12/2).
 
"Sejauh menyangkut kelompok teroris, semua orang mengerti bahwa serangan semacam itu tidak dapat dihentikan dalam semalam. Namun komponen angkatan udara Rusia yang ditugaskan untuk terus membantu angkatan bersenjata Suriah dalam memerangi terorisme, memiliki potensi yang diperlukan untuk terus menekan aktivitas teroris di Suriah," katanya kepada wartawan.

Juru bicara tersebut menyebutkan bahwa Rusia terus melakukan upaya diplomatik di Suriah.

"Ini merupakan kelanjutan dimensi Astana dan Sochi. Seperti yang Anda tahu, presiden melanjutkan kontak reguler dengan rekan-rekannya dari Turki dan Iran dalam beberapa pekan terakhir. Pekerjaan ini akan terus berlanjut," tambahnya.

Saat ini, dua pangkalan Rusia di Tartus dan Hmeymim, serta pusat rekonsiliasi Suriah beroperasi di negara ini.

Sejauh ini, sebagian besar kontingen Rusia di Suriah telah ditarik dari negara tersebut, menyusul aturan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah lebih dari dua tahun serangan udara anti-teroris yang dilakukan di Republik Arab.

Kurang dari sebulan setelah pengumuman Putin, teroris melakukan dua serangan ke pangkalan di Hmeymim yang mengakibatkan dua tentara terbunuh.

Mengomentari serangan tersebut Vladimir Putin menggambarkan serangan tersebut sebagai provokasi, menambahkan bahwa Rusia tahu, siapa pelakunya.[IT/r]
 
Kode: 704415