Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 9 August 2017 - 14:39
Share/Save/Bookmark
Saluran TV Anti Referendum Kemerdekaan Diluncurkan di Wilayah Kurdistan Irak
Saluran TV Anti Referendum Kemerdekaan No for Now
 
Saluran TV Anti Referendum Kemerdekaan No for Now
 
Islam Times - Gerakan 'No for Now' dan pembukaan saluran tersebut dianggap sebagai langkah penolakan terhadap referendum kemerdekaan Kurdistan. Peluncuran penuh saluran tersebut akan digelar dalam waktu dekat,
 
Saluran TV Kurdi baru bernama 'No for Now' meluncurkan siarannya melalui satelit Nilesat di Wilayah Kurdistan Irak sebagai bagian dari usaha lebih luas untuk menentang sebuah referendum yang direncanakan untuk kemerdekaan di wilayah otonomi tersebut.

Gerakan 'No for Now' dan pembukaan saluran tersebut dianggap sebagai langkah penolakan terhadap referendum kemerdekaan Kurdistan. Peluncuran penuh saluran tersebut akan digelar dalam waktu dekat, demikian Radio dan Televisi Nalia (NRT) berbasis di wilayah Kurdistan Irak melaporkan, Rabu, 09/08/17.

Frekuensi kanal 'No for Now' yang berada di platform Nilesat akan menjadi 12521 - 27500 - V.

Gerakan 'No for Now' diperkirakan akan diumumkan oleh sejumlah tokoh, intelektual dan aktivis sipil, yang bekerja untuk mendorong orang untuk memilih "Tidak" dalam referendum mengenai kemerdekaan Kurdistan.

Dalam sebuah wawancara dengan program Tawtwe NRT pada tanggal 25 Juli, pemilik dan pendiri Nalia Company Shaswar Abdulwahid, mengumumkan sebuah gerakan baru untuk meluncurkan kampanye 'No for Now' mengenai referendum kemerdekaan Wilayah Kurdistan yang ditetapkan pada tanggal 25 September. [IT/Onh/Ass]
 
Kode: 659756