Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Sunday 6 August 2017 - 16:03
Share/Save/Bookmark
Menteri Luhut Panjaitan dan Menteri Energi Iran Bahas Perluasan Kerjasama Ekonomi
Menteri Luhut Panjaitan dan Menteri Energi Iran Bahas Perluasan Kerjasama Ekonomi di Tehran pada Sabtu, 05/08/17
 
Menteri Luhut Panjaitan dan Menteri Energi Iran Bahas Perluasan Kerjasama Ekonomi di Tehran pada Sabtu, 05/08/17
 
Islam Times - Mengacu pada MoU dibidang listrik dan energi yang ditandatangani sebelumnya antara kedua negara dan kunjungan warga Indonesia ke Perusahaan Grup Mapna di Iran, menteri Iran menyuarakan kesiapan negaranya untuk pengembangan hubungan teknis dan ekonomi dengan Indonesia.
 
Menteri Energi Iran Hamid Chitchian dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan beserta Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar membahas perluasan hubungan ekonomi kedua negara dalam sebuah pertemuan di Tehran pada Sabtu, 05/08/17, demikian menukil situs resmi Kementerian Energi Iran, news.moe.gov.ir.

"Ekspor Indonesia ke Iran dua kali lebih banyak daripada ekspor Iran ke negara tersebut, sementara ground ditetapkan untuk menutupi defisit perdagangan yang ada," kata Hamid Chitchian dalam pertemuan tersebut.

Mengacu pada MoU mengenai listrik dan energi yang ditandatangani sebelumnya antara kedua negara dan kunjungan warga Indonesia ke Perusahaan Grup Mapna di Iran, menteri Iran menyuarakan kesiapan negaranya untuk pengembangan hubungan teknis dan ekonomi dengan Indonesia.

Sementara Luhut Panjaitan mengatakan, Indonesia dapat memperoleh keuntungan dari peningkatan hubungan ekonomi dengan Iran.

Menurut Panjaitan, Iran memiliki teknologi modern di seluruh dunia dan hubungan ekonomi kedua belah pihak dapat diperluas secara signifikan.

Menko Kemaritiman, Luhut Panjaitan, dan Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, terbang ke Iran pada Jumat, 04/08/17, sebagai delegasi Indonesia untuk menemui Hassan Rouhani, Presiden Iran ke-12 yang baru saja dilantik.

Menurut laporan Detik Finance, Arcandra dan Luhut Panjaitan menemui menteri energi Iran untuk membicarakan rencana Pertamina untuk mengelola dua lapangan minyak, Lapangan Ab-Teymour dan Mansouri.

Sebelumnya, Pertamina telah mengajukan proposal untuk dapat mengelola dua lapangan minyak Iran pada Februari 2017 lalu. Sekarang BUMN perminyakan Iran, National Iranian Oil Company (NIOC), masih melakukan evaluasi.

"Pertamina sudah selesai study dan mengajukan proposal, sekarang itu sedang diproses oleh NIOC. Kita tunggu respons NIOC. Sampai saat sekarang ada proses politik ya (baru selesai Pemilu), setelah ini baru agak tenang makanya kita ke sana juga," Arcandra menuturkan.

Pemerintah sangat mendukung Pertamina untuk masuk ke Iran. Jika Pertamina bisa mendapatkan hak kelola atas 2 lapangan minyak ini, tentu akan memperkuat ketahanan energi nasional. Sebagian dari produksi minyak di sana bisa dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia.

Cadangan minyak di Lapangan Ab-Teymour dan Mansouri mencapai 3 miliar barel, hampir sama dengan total cadangan minyak Indonesia yang saat ini 3,6 miliar barel.

"Pemerintah mendorong karena lapangan ini besar sekali cadangannya, cadangan kita sekarang 3,6 miliar barel sementara dari dua lapangan itu saja ada 3 miliar barel, makanya kita berharap kalau bisa kita dapatkan minyaknya, bisa kita bawa ke Indonesia," tutup Arcandra.

Rencananya, Pertamina akan menggandeng partner lokal dari Iran untuk mengelola Lapangan Ab-Teymour dan Mansouri. Targetnya, produksi minyak dari kedua lapangan itu dapat mencapai 300.000 barel per hari (BPH).

Iran merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar ke-4 di dunia dengan cadangan terbukti sebesar 157 miliar barel, 9,3% dari total cadangan terbukti di seluruh dunia. Selain itu, Iran juga sangat kaya akan gas. Cadangan gas terbukti mereka mencapai 1.200 TCF, terbesar di dunia, 18,2% dari total cadangan dunia.[IT/Onh/Ass]
 
Kode: 658965