Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 13 December 2017 - 12:36
Share/Save/Bookmark
Indonesia dan Pembebasan Palestina:
Jordania dan Palestina Hargai Perjuangan Diplomasi Indonesia
Retno Marsudi, Menlu Indonesia.jpg
 
Retno Marsudi, Menlu Indonesia.jpg
 
IslamTimes - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Jordania dan Palestina menghargai perjuangan diplomasi Indonesia dalam isu Palestina.
 
"Menlu Jordania dan Menlu Palestina sangat menghargai langkah perjuangan diplomasi Indonesia dalam isu Palestina," kata Retno di Istanbul Turki, Selasa (12/12) malam.

Ia menyebutkan saat ini belum banyak negara melakukan hal itu termasuk menggalang dukungan dari negara negara non Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar mereka tidak mengikuti langkah yang dilakukan oleh Presiden AS mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

"Saya sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah Menlu termasuk para Menlu negara barat termasuk dalam hal ini Uni Eropa," katanya.

Ia menyebutkan pada Rabu (13/12) malam ia akan bergeser ke Brussel dan melakukan pertemuan dengan Menlu Uni Eropa dan pembicaraan individual dengan anggota Uni Eropa.

"Saya juga melakukan komunikasi dengan wakil tetap kita di PBB dan dubes kita di New York, mereka sudah melakukan lobi lobi baik dengan teman teman yang duduk di DK PBB maupun Komite Palestina di mana Indonesia duduk di Komite Palestina," katanya.

Ia juga berkomunikasi intensif dengan "under secretary general affair" PBB dan bersurat ke Sekjen PBB untuk meminta perhatian mengenai isu Palestina.

"Kalau kita melihat perjalanan perjuangan diplomasi Indoneaia untuk Palestina dari sebelum diumumkan keputusan AS, kita sudah bergerak melalui berbagai jalan hingga sekarang," katanya.

Ia menyebutkan OKI dibentuk karena masalah Palestina, jadi tidak ada alasan tidak bersatu untuk isu menjadikan OKI itu terbentuk.

"Saya kira Palestina akan menjadi perekat bagi negara negara OKI," katanya.

Mengenai sikap dan langkah tegas yang akan diambil OKI melalui KTTLB di Istanbul, Menlu mengatakan setelah KTT baru akan disampaikan.

"Besok , saya tidak bisa menyampaikan sekarang karena negosiasi masih jalan, jadi saya tidak bisa menyampaikan sesuatu yang belum dinegosiasikan dan disetujui oleh negara-negara anggota OKI," katanya.

Ia menyebutkan pada saat hasil sudah disetujui maka dirinya akan menyampaikannya.

"Insya Allah besok pada saat outcomenya sudah diadopt nanti akan saya sampaikan mengenai langkah ke depan akan seperti apa," kata Retno Marsudi.
 
Kode: 689619