Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 19 March 2018 - 17:08
Share/Save/Bookmark
Gejolak Politik AS:
Trump Diperingatkan Senator Republik: Jangan Pecat Robert Mueller
Donald Trump - US President in the Cabinet Room of the White House.jpg
 
Donald Trump - US President in the Cabinet Room of the White House.jpg
 
IslamTimes - Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump diperingatkan oleh para senator dari Partai Republik, agar jangan coba-coba memecat Pengacara Khusus Robert Mueller.
 
Mereka meperingatkan Trump untuk membiarkan para penyelidik federal terus menyelidiki dugaan intervensi Rusia dalam Pemilihan Presiden AS 2016.

Lewat Twitter, Trump kembali menyerang FBI dan Mueller setelah mantan wakil direktur FBI Andrew McCabe dipecat dua hari sebelum mengajukan pengunduran diri demi mendapatkan hak pensiun.

Senator Jeff Flake dari Partai Republik yang merupakan pengkritik terkeras Trump, menyatakan bahwa komentar terakhir presiden yang beredar luas tampak diniatkan untuk memecat Mueller.

Sedangkan Senator Lindsey Graham yang juga dari Partai Republik, menyatakan jika Trump memecat Mueller maka itu sama dengan akhir riwayat pemerintahan Trump.

AshLee Strong, juru bicara ketua DPR Paul Ryan yang juga dari Republik, berkata, "Sebagaimana selalu dikatakan oleh Pak Ketua DPR, Tuan Mueller dan timnya harus melanjutkan tugasnya.

Selama akhir pekan lalu, Trump mengeluarkan cuitan-cuitan yang menuduh pimpinan FBI berbohong, korupsi dan membocorkan informasi. Dia menyebut penyelidikan dugaan intervensi Rusia sebagai upaya mencar-cari kesalahan yang dilatarbelakangi politik.

Namun masyarakat intelijen AS sendiri telah menyimpulkan Rusia memang mempengaruhi proses Pemilu di AS pada 2016 untuk memenangkan Donald Trump.

Mueller tengah menyelidiki dugaan intervensi Rusia dan kemungkinan kolusi dengan tim sukses Trump, demikian Reuters.[IT/r]
 
Kode: 712575