Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Sunday 18 March 2018 - 14:18
Share/Save/Bookmark
Rusia dan Gejolak Suriah:
Pasukan AS, Inggris dan Prancis Terlibat Langsung dalam Perang Suriah
US soldiers ride a military vehicle in al-Kherbeh village, northern Aleppo Province, Syria.jpg
 
US soldiers ride a military vehicle in al-Kherbeh village, northern Aleppo Province, Syria.jpg
 
IslamTimes - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pasukan khusus AS, Inggris dan Prancis "secara langsung" terlibat dalam perang melawan Suriah dan beroperasi di lapangan di negara yang dilanda krisis tersebut.
 
"Ada kekuatan khusus di lapangan di Suriah dari AS - mereka tidak lagi menyangkalnya - Inggris, Prancis dan sejumlah negara lainnya," Lavrov mengatakan dalam sebuah wawancara dengan siaran negara Kazakhstan yang dipublikasikan di situs web Kementerian Luar Negeri Rusia Sabtu (17/3).

"Jadi, ini bukan 'perang proxy', melainkan keterlibatan langsung dalam perang," kata diplomat tinggi Rusia tersebut.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa koalisi pimpinan AS di Suriah, yang konon katanya memerangi kelompok Takfiri Daesh, "tidak sah" dari sudut pandang hukum internasional dan Piagam PBB.

"Tapi kami realistis dan mengerti bahwa kami tidak akan bertarung dengan mereka. Jadi kami mengkoordinasikan tindakan setidaknya untuk mencegah bentrokan yang tidak disengaja," kata Lavrov.

Moskow, selanjutnya, berada dalam "dialog permanen" dengan komandan dan petugas Komisioner Jenderal AS "yang benar-benar memimpin operasi di lapangan."

Lavrov juga mengecam serangan terhadap pasukan Suriah dan sekutu mereka di wilayah yang dikuasai AS, yang menurutnya terjadi meski ada janji berulang-ulang bahwa kehadiran militer AS di Suriah ditujukan "secara eksklusif" dalam memerangi teroris.

Dia mengecam ucapan "benar-benar tidak bertanggung jawab" oleh duta besar AS untuk PBB Nikki Haley, yang mengatakan pekan lalu bahwa Washington siap untuk secara sepihak "bertindak" melawan Suriah seperti yang terjadi tahun lalu ketika mengebom sebuah pangkalan udara pemerintah Suriah atas tuduhan terhadap sebuah serangan senjata kimia.[IT/r]
 
Kode: 712324