Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 17 March 2018 - 21:31
Share/Save/Bookmark
Rusia dan Gejolak Suriah:
Kemenhan Rusia: Lebih dari 800.000 Warga Kembali ke Rumah Mereka di Aleppo
Warga Suriah, kembali ke rumahnya di Aleppo.jpg
 
Warga Suriah, kembali ke rumahnya di Aleppo.jpg
 
IslamTimes - Kementerian Pertahanan Rusia (MoD) mengatakan pada hari Sabtu (17/3) bahwa lebih dari 800.000 orang telah kembali ke kota Aleppo di Suriah dan sekitarnya, yang telah dibebaskan dari kelompok teroris Front al Nusra.
 
"Provinsi Aleppo menggambarkan efisiensi kerja pusat rekonsiliasi Rusia untuk Suriah. Lebih dari 800.000 orang telah kembali ke kota Aleppo dan sekitarnya, yang telah dibebaskan dari Jabhat al Nusra dan kelompok afiliasinya, sejak Desember 2016. Pihak berwenang setempat memberikan bantuan untuk rekonstruksi perumahan. Pasar, toko, sekolah dan fasilitas medis sedang dikerjakan. Pertanian sedang dipulihkan secara aktif," sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh MoD menambahkan.

Selain itu, warga Suriah yang meninggalkan Aleppo dan pindah ke provinsi Idlib bersama dengan teroris yang melarikan diri pada bulan Desember 2016 telah kembali ke rumah mereka sejak 4 Maret, menurut data militer Rusia.

"Sedikitnya 870 keluarga, total 3.409 orang, telah kembali ke Aleppo dari provinsi Idlib melalui koridor kemanusiaan, yang diselenggarakan oleh pusat koordinasi Iran-Rusia-Turki, di wilayah Tell-Sultan - Abu Duhur," kata kementerian tersebut. .

Sementara itu, pusat rekonsiliasi Rusia untuk Suriah mengadakan negosiasi dengan para pemimpin kelompok oposisi bersenjata Suriah di seluruh negara yang dilanda perang tersebut, kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (17/3).

"Dalam pelaksanaan Resolusi 2401 DK PBB, Rusia melakukan kewajibannya secara penuh. Pusat rekonsiliasi Rusia mengadakan perundingan aktif dengan para pemimpin oposisi bersenjata Suriah di seluruh wilayah Suriah, " bunyi pernyataan tersebut.[IT/r]
 
Kode: 712214