Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 17 March 2018 - 14:33
Share/Save/Bookmark
ASEAN-Australia Special Summit 2018:
Presiden Jokowi: pusat ekonomi bergeser ke Pasifik
Presiden RI Joko Widodo.
 
Presiden RI Joko Widodo.
 
IslamTimes - Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pusat perekonomian sudah bergeser dari kawasan Atlantik ke kawasan di Pasifik.
 
"Semua dari kita tahu bahwa saat ini pusat gravitasi telah bergeser dari Atlantik ke Pasifik. Nilai perdagangan tertinggi dapat ditemukan di Asia Pasifik," kata Presiden Joko Widodo di International Convention Center, Sydney, Australia, Sabtu (17/3).

Presiden menyampaikan hal itu di depan para pemimpin perusahaan dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dalam acara CEO Forum di ASEAN-Australia Special Summit 2018.

"Siapa yang ada di Asia Pasifik? Tentu ada Asia dengan India, negara Asia Selatan dan Timur Tengah di sebelah barat kita; China, Korea dan Japang di sebelah Utara kita dan Australia di sebelah selatan kita. Adalah 10 negara anggota ASEAN yang diberkahi dengan lokasi geografis tepat berada di tengah-tengah gravitasi tersebut," tambah Presiden.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan satu teori mengapa kondisi politik menjadi sangat berwarna beberapa tahun terakhir.

"Penyebabnya satu kata yaitu "Netflix". Kita politikus kini berkompetisi dengan "Netflix" untuk mengambil perhatian masyarakat," kata Presiden yang disambut dengan tawa dan tepuk tangan peserta forum.

Netflix adalah layanan berbayar bagi para penggunanya untuk menonton tayangan menggunakan gawai mereka baik telepon selular, smartTV, "tablet", PC dan laptop.

"Sejak kehadiran `Netflix`, politikus tidak punya pilihan selain harus mengubah politik menjadi realitas televisi, karena bila kita tidak melakukan hal itu, semua dari kita hanya akan menonton `House of Card` dan hal-hal asing lainnya," kata Presiden yang kembali mengundang tawa.

Namun Netflix menurut Presiden tidak hanya membantu mengubah politik menjadi hiburan, tapi juga mendorong revolusi digital.

"Suka tidak suka, semua orang dan semua hal bertransformasi dengan adanya mobile internet, cloud computing dan digital economy, dan tren itu sangat kuat terjadi di Asia Tenggara, di ASEAN," kata Presiden yang berpidato dengan menggunakan bahasa Inggris.

Senada dengan Presiden Jokowi, PM Turnbull juga mengatakan bahwa dalam 40 tahun terakhir, kawasan Pasifik mengalami pertumbuhan ekonomi dan tidak ada tanda-tanda untuk melambat.

"IMF memprediksi dalam lima tahun ke depan, enam dari anggota ASEAN akan tumbuh lebih cepat dibanding China dan setiap negara anggota ASEAN akan tumbuh lebih cepat dibanding Amerika Serikat dan Uni Eropa," kata PM Turnbull.

PM Turnbull mengakui bahwa dirinya dan Presiden sama-sama berlatar belakang pengusaha sebelum masuk ke dunia politik, jadi memahami pentingnya perusahaan dan pemerintah dapat membuat kebijakan dan aturan untuk mendukung hal tersebut.

"Sekitar 430 ribu lapangan pekerjaan tercipta di Australia tahun lalu, tertinggi sepanjang sejarah kami dan kami mengalami pertumbuhan ekonomi terlama lapangan kerja sepanjang sejarah. Kami paham bahwa untuk melakukan hal tersebut butuh keberanian dan determinasi dari para pelaku usaha di Australa dan saat ini juga hadir di kawasan," ungkap PM Turnbull.[IT/r/Antara]
 
Kode: 712057