Jet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan LumpuhImam Ali Khamenei: Muslim Sunni dan Syiah Bersatu Melawan MusuhAyatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari Peshmerga
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 12 February 2018 - 21:53
Share/Save/Bookmark
Hubungan Ankara-Washington Pada Titik yang Sangat Kritis
Hubungan Ankara-Washington Pada Titik yang Sangat Kritis
 
 
IslamTimes- "Hubungan kita berada pada titik yang sangat kritis. Mereka akan diperbaiki atau ikatan ini akan rusak total, "kata Cavusoglu kepada wartawan di Istanbul di sela-sela pertemuan Turki-Afrika.
 

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa hubungan Ankara dengan Washington akan diperbaiki atau diputuskan, karena hubungan antara kedua sekutu Organisasi Atlantik Utara (NATO) telah mengalami kerusakan serius setelah serangan lintas-wilayah Ankara yang sedang berlangsung di wilayah barat laut Afrin saat melawan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

"Hubungan kita berada pada titik yang sangat kritis. Mereka akan diperbaiki atau ikatan ini akan rusak total, "kata Cavusoglu kepada wartawan di Istanbul di sela-sela pertemuan Turki-Afrika.

Dia juga menjelaskan harapan Ankara, dan mengutuk dukungan AS secara terus menerus untuk YPG.

"Kami tidak menginginkan janji janji dari AS. Kami menginginkan langkah konkret [mengenai YPG]. Bagi kita untuk membahas banyak masalah dengan AS, kepercayaan yang telah hilang perlu dipulihkan. Dan penyebab kepercayaan yang hilang adalah tindakan AS, "kata diplomat top Turki.

Cavusoglu menambahkan, "AS tidak menyentuh anggota Daesh di Suriah sebagai alasan untuk terus bekerja sama dengan kelompok teroris YPG."

Ucapan tersebut disampaikan saat Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dijadwalkan berada di Ankara akhir pekan ini untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan untuk menemukan jalan ke depan karena Washington sangat prihatin dengan Operasi Olive Branch Turki di Suriah utara.(IT/TGM)
 
Kode: 704326