Mega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih BerlanjutJet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan Lumpuh
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 12 February 2018 - 17:06
Share/Save/Bookmark
Kekuatan Hizbullah Membuat Israel Tidak Berdaya di Libanon
Kekuatan Hizbullah Membuat Israel Tidak Berdaya di Libanon
 
 
IslamTimes- Berbicara di sebuah acara pada hari Minggu malam, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem mengatakan bahwa Tel Aviv menghadapi dua realitas yang sama buruknya.
 

Gerakan perlawanan Hizbullah Libanon mengatakan bahwa rezim Israel tidak tahu bagaimana menghadapi kekuatan pasukan perlawanan yang terus meningkat di Lebanon.

Berbicara di sebuah acara pada hari Minggu malam, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem mengatakan bahwa Tel Aviv menghadapi dua realitas yang sama buruknya.

"Israel tidak dapat membuat keputusan untuk berperang [di Lebanon] karena dapat menimbulkan konsekuensi berat untuk itu (Tel Aviv) ..., di sisi lain, tidak dapat melihat pihak lain tumbuh [berkuasa], dan mereka tidak tahu bagaimana menghadapi kekuatan ini, "kata Sheikh Qassem.

Rezim Israel telah melancarkan tiga perang di Lebanon - pada tahun 1982, 2000, dan 2006. Ia juga melakukan pembunuhan di wilayah Lebanon.

Sejak didirikan Hizbullah pada tahun 1985, kelompok perlawanan Hizbullah telah membantu tentara mempertahankan Lebanon baik dalam menghadapi agresi asing, termasuk dalam perang 2000 dan 2006, dan melawan terorisme.

Rezim Israel menganggap adanya Hizbullah sebagai ancaman utama, dan telah berulang kali mengancam negara Lebanon dengan agresi baru. Pada bulan November 2017, militer Israel mengatakan Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah akan menjadi target dalam perang Israel masa depan di Lebanon.

Baru-baru ini, menteri urusan militer Israel, Avigdor Liberman, mengatakan, "tentara Lebanon dan Hizbullah sama - mereka semua akan membayar harga penuh jika terjadi eskalasi."

Pada bulan Januari, Perdana Menteri Libanon Saad Hariri mengatakan bahwa Israel adalah "ancaman nyata" bagi Lebanon.

"Satu-satunya ancaman yang saya lihat adalah Israel melakukan tindakan melawan Lebanon,
Rezim Israel juga telah melanggar wilayah udara Lebanon hampir setiap hari, melakukan apa yang mereka sebut "misi pengintaian rutin."

Dalam pernyataannya hari Minggu, Sheikh Qassem mengatakan bahwa serangan baru-baru ini terhadap F-16 Israel yang telah melanggar wilayah udara Suriah dan pelanggaran Israel tidak akan berjalan tanpa tanggapan.

Suriah pada hari Sabtu menembakkan rudal anti-pesawat ke pesawat tempur Israel yang telah melanggar wilayah udara untuk melakukan serangan udara. Sedikitnya satu pesawat tempur Israel telah jatuh di utara Israel.

"Penembakan terhadap jet tempur Israel berarti bahwa prinsip tidak menanggapi serangan sudah usang, dan Israel tidak dapat lagi bergantung pada prinsip tersebut dalam konfrontasi," kata wakil sekjen Hizbullah.(IT/TGM)
 
Kode: 704217