Jet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan LumpuhImam Ali Khamenei: Muslim Sunni dan Syiah Bersatu Melawan MusuhAyatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari Peshmerga
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 10 February 2018 - 10:27
Share/Save/Bookmark
Mesir vs Terorisme:
Mesir Memulai Operasi Militer di Sinai, Delta Nil
Operation Sinai 2018, Egypt.jpg
 
Operation Sinai 2018, Egypt.jpg
 
IslamTimes - Mesir telah memulai operasi militer untuk menumpas militan di Provinsi Sinai Utara yang dilanda kekerasan di dekat sungai Nil.
 
Tentara mengumumkan peluncuran 'Operasi Sinai 2018' pada hari Jumat (9/2), menempatkan polisi dan pasukan militer "siaga maksimum," AFP melaporkan.

Tujuannya adalah untuk memperketat kontrol distrik perbatasan dan "membersihkan daerah dimana menjadi tempat persembunyian teroris," tambahnya.

Kampanye tersebut melibatkan angkatan udara, angkatan laut dan tentara serta polisi, katanya.

"Angkatan bersenjata meminta orang-orang Mesir di semua bagian negara untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menghadapi terorisme, menunpasnya dan untuk segera melaporkan setiap elemen yang mengancam keamanan dan stabilitas negara tersebut," juru bicara militer, Kolonel Tamer al -Rifai, mengatakan dalam pidato di televisi.

Associated Press telah melaporkan bahwa tentara Mesir sedang membolduzer rumah dan kebun zaitun untuk membangun "zona penyangga" di sekitar satu-satunya bandara di Provinsi Sinai Utara di kota el-Arish.

Laporan tersebut mengatakan bahwa zona penyangga akan menghancurkan puluhan dusun di sekitar bandara tersebut, memaksa ribuan orang meninggalkan rumahnya untuk masa depan yang tidak diketahui, memicu protes oleh warga meskipun pemerintah menjanjikan kompensasi.[IT/r]
 
Kode: 703595