Jet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan LumpuhImam Ali Khamenei: Muslim Sunni dan Syiah Bersatu Melawan MusuhAyatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari Peshmerga
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Thursday 8 February 2018 - 16:11
Share/Save/Bookmark
Saudi Arabia dan Zionis Israel:
Saudi Mengizinkan Israel Terbang Menggunakan Wilayah Udaranya
Saudi Arabia has allowed Air India to conduct New Delhi-Tel Aviv flights.jpg
 
Saudi Arabia has allowed Air India to conduct New Delhi-Tel Aviv flights.jpg
 
IslamTimes - Arab Saudi telah dilaporkan mengizinkan penerbangan yang dilalui Zionis Israel untuk melintasi wilayah udaranya, sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya yang disebabkan oleh normalisasi hubungan kerajaan tersebut dengan Tel Aviv, sampai proses yang berlangsung bertahun-tahun dipercepat oleh ambisi Putra Mahkota Muhammad bin Salman.
 
Riyadh rupanya telah menyetujui maskapai penerbangan India, Air India untuk mengoperasikan penerbangan langsung dari New Delhi ke Tel Aviv dan sebaliknya melalui wilayah udara Saudi, mengurangi durasi penerbangan dua setengah jam, media Zionis Israel melaporkan pada hari Rabu (7/2).

Saat ini, penerbangan antara Mumbai dan Tel Aviv yang dioperasikan oleh maskapai Zionis Israel Al di atas Laut Merah di selatan Yaman memakan waktu delapan jam. Kesepakatan baru, yang akan mulai berlaku pada bulan Maret, memungkinkan Air India menurunkan harga tiket dan bahan bakar cadangan.

Israel akan membayar € 750.000 ke Air India untuk mengoperasikan penerbangan melalui rute baru, dengan harapan bisa memancing lebih banyak wisatawan dari New Delhi.

Meskipun telah ada pembicaraan tentang hubungan langsung antara kedua ibukota tersebut, diperlukan waktu sampai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke India dimana gagasan tersebut mendapat pertimbangan serius.

Laporan tersebut ditolak pada hari Rabu (7/2) oleh juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi.

Rezim Riyadh telah melarang penerbangan Zionis Israel melintasi wilayah udaranya selama 70 tahun terakhir. Namun, jet pribadi masih bisa terbang dari Arab Saudi dan negara-negara Teluk Persia lainnya ke Zionis Israel asalkan mereka melakukan pemberhentian di ibukota Yordania, Amman, terlebih dahulu.

Hubungan Saudi-Israel.

Jika benar, berita kerjasama tersebut akan membuka era baru hubungan antara dua sekutu AS yang ‘gigih’ di kawasan Timur Tengah.

Bukan rahasia lagi bahwa Israel dan Arab Saudi telah lama bekerja dengan tenang mengenai masalah keamanan dan telah membangun saling pengertian untuk menghormati kepentingan regional mereka.

Pada bulan November, Menteri Energi Israel Yuval Steinitz mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa Tel Aviv memiliki kontak rahasia dengan Arab Saudi.

"Kami memiliki hubungan sebagian klandestin dengan banyak negara Muslim dan Arab." Steinitz mengatakan, mencatat bahwa para pemimpin Saudi dan Israel bekerja sama satu sama lain untuk menghalangi pengaruh Iran yang semakin meningkat di wilayah tersebut.[IT/r]
 
Kode: 703234