Mega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih BerlanjutJet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan Lumpuh
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 6 February 2018 - 16:02
Share/Save/Bookmark
Invasi Saudi di Yaman:
Pemimpin Separatis Yaman Mengunjungi UEA dan Arab Saudi di tengah Ketegangan Aden
Aidarus al-Zubaidi, the leader of UAE-backed separatists in southern Yemen.jpg
 
Aidarus al-Zubaidi, the leader of UAE-backed separatists in southern Yemen.jpg
 
IslamTimes - Pemimpin separatis dukungan Uni Emirat Arab (UEA) di Yaman selatan akan mengunjungi Abu Dhabi dan kemudian Riyadh menyusul terjadinya pertikaian sengit antara pasukannya dan militan yang disponsori Saudi yang setia kepada mantan pemerintah Yaman tersebut di Aden.
 
Surat kabar al-Araby al-Jadeed yang berbasis di London mengatakan pada hari Senin (5/2) bahwa Aidarus al-Zubaidi, yang memimpin apa yang disebut Southern Transitional Council (STC), telah meninggalkan kota pelabuhan Aden di Yaman menuju Abu Dhabi.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah separatis STC berbalik melawan sekutu mereka dan merebut bagian utama Aden dari militan yang melayani mantan presiden Yaman yang didukung Saudi, Abd Rabbuh Mansur Hadi.

Arab Saudi dan UEA telah memimpin sebuah serangan militer sejak tahun 2015 dengan tujuan bersama untuk menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah yang populer di Yaman dan menginstal ulang Hadi, yang telah mengundurkan diri sebagai presiden Yaman di tengah konflik internal dan melarikan diri ke Riyadh awal tahun itu.

Dalam perjalanan serangan tersebut, aliansi yang dipimpin Saudi berhasil merebut Aden dari daerah Houthi dan menempatkannya di bawah kendali pejabat mantan presiden tersebut. Gerakan Houthi telah menjalankan urusan negara di ibukota Sana'a selain membela negara tersebut melawan koalisi pimpinan-Arab dan militan pro-Hadi.

Pertarungan yang meletus akhir bulan lalu di Aden di antara kelompok separatis dan militan pro-Hadi menunjukkan keretakan yang dalam di jajaran koalisi pimpinan-Saudi.[IT/r]
 
Kode: 702685