Jet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan LumpuhImam Ali Khamenei: Muslim Sunni dan Syiah Bersatu Melawan MusuhAyatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari Peshmerga
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 5 February 2018 - 03:34
Share/Save/Bookmark
Turki dan Uni Eropa:
Erdogan: Turki Menolak Opsi Kemitraan Uni Eropa, Menuntut Keanggotaan Penuh
Recep Tayyip Erdogan - Turkish President.jpg
 
Recep Tayyip Erdogan - Turkish President.jpg
 
IslamTimes - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya menentang proposal kemitraan dengan Uni Eropa, yang menekankan bahwa keanggotaan penuh Turki di blok tersebut adalah satu-satunya pilihan.
 
Erdogan membuat pernyataan dalam sebuah wawancara dengan koran Stampa Italia sebelum keberangkatannya ke Roma pada hari Minggu (4/2) malam untuk kunjungan sehari di mana dia dijadwalkan bertemu dengan rekannya dari Italia Sergio Mattarella.

"Uni Eropa menghalangi akses terhadap negosiasi dan menunjukkan bahwa kurangnya kemajuan adalah karena kita, ini tidak adil, sama seperti negara lain mendorong pilihan selain keanggotaan," katanya.

Presiden Turki mendesak Uni Eropa untuk "menepati janjinya" ke Ankara dan berkata, "Kami ingin keanggotaan penuh. Pilihan lainnya tidak memuaskan."

Dalam sebuah konferensi pers bersama dengan mitranya dari Prancis Emmanuel Macron di Paris pada tanggal 5 Januari, Erdogan mengatakan bahwa dia "sangat lelah" menunggu Uni Eropa memutuskan apakah akan menerima negaranya sebagai anggota blok tersebut atau tidak.

"Orang tidak dapat secara permanen memohon dan menunggu untuk akhirnya disertakan," katanya, memperingatkan bahwa frustrasi mungkin akan menggoda Turki untuk membelakangi Eropa.[IT/r]
 
Kode: 702294
 
 
1


Alasytar Acheh - Sumatra
Norway
1396-11-16 20:03:03
Erdoghan memang tidak dapat dipercaya. Dia itu munafiq kelas tinggi, waklaupun telah bdinasehati Rahbar namun tetap tidak hilang penyakitnya ingin bergabung denga fenomena Al Maidah 51. Seharusnya dia itu sadar paska nasehat Rahbar, bersatu dengan RII, Hizbullah Libanon,Rusia, Cina dan Amerika Latin, fenomena Al Maidah 82. (601563)