Jet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan LumpuhImam Ali Khamenei: Muslim Sunni dan Syiah Bersatu Melawan MusuhAyatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari Peshmerga
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 31 January 2018 - 18:11
Share/Save/Bookmark
Analis: AS Mencoba Membuat Perubahan Rezim di Suriah dari ‘Pintu Belakang’
Analis: AS Mencoba Membuat Perubahan Rezim di Suriah dari ‘Pintu Belakang’
 
 
IslamTimes- Edward Corrigan, seorang pengacara internasional di Ontario, Kanada, mengatakan dukungan AS untuk kelompok teroris - termasuk Daesh (ISIS) - di Suriah didokumentasikan dengan baik dan merupakan bukti agenda Washington.
 

IslamTimes - Amerika Serikat berusaha untuk mempengaruhi perubahan rezim di Suriah dari ‘pintu belakang’ dan membawa pasukannya sendiri ke wilayah tersebut, kata seorang komentator politik.

Edward Corrigan, seorang pengacara internasional di Ontario, Kanada, mengatakan dukungan AS untuk kelompok teroris - termasuk Daesh (ISIS) - di Suriah didokumentasikan dengan baik dan merupakan bukti agenda Washington.

"Ada sejumlah kasus yang didokumentasikan dimana Amerika Serikat didapati memindahkan para pemimpin Daesh dari tempat-tempat yang berada di Suriah yang akan jatuh ke tangan tentara Suriah dan sekutunya," Corrigan mengatakan kepada Press TV.

"Amerika Serikat secara aktif bekerja sama dan bahkan mendukung ISIS," katanya.

"Mereka mengklaim bahwa mereka melawan ISIS, tapi mereka telah mendukungnya dengan senjata dan peralatan militerbersama sekutu dekat mereka; Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, "analis menunjukkan.

Dengan melakukan semua ini, Corrigan mengatakan, AS telah berusaha "membawa pasukannya sendiri ke wilayah tersebut dan pada akhirnya menghancurkan Suriah dan mencoba membuat perubahan rezim melalui pintu belakang."

"ISIL tidak akan ada tanpa dukungan dari kerajaan Teluk yang kaya minyak (Persia) dan juga Amerika dan Israel," katanya. "Sejumlah besar senjata telah ditemukan di pangkalan militer yang dikuasai dari Daesh dan sekutu-sekutunya."[IT/s]
 
Kode: 701148
 
 
1


Alasytar Acheh - Sumatra
Norway
1396-11-11 19:31:36
Terkadang kita heran bagaimana AS yang dulunya banyak mendapat kepercayaan manusia kutub Qabil, dengan mudah sekali bersembunyi dibalik alang-alang. Maksud saya AS bilang anti teroris, jelasnya anti sama ISIS tetapi realitanya AS membantu ISIS. Sepintar itukah mereka menipu dunia? Kalau kita lihat video Propessor Doctor Imran Hosein, dengan mudah dapat kita pahami bahwa mereka bermata satu, dimana hanya mampu melihat secara external, tidak mampu melihat secara internal:

http://achehkarbala2.blogspot.no/2018/01/dajjal-dan-simbolisme-sheikh-imran.html (601531)