Jet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan LumpuhImam Ali Khamenei: Muslim Sunni dan Syiah Bersatu Melawan MusuhAyatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari Peshmerga
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Thursday 25 January 2018 - 17:14
Share/Save/Bookmark
Rusia, Qatar dan Konflik Arab Teluk:
Diplomat: Qatar dan Rusia Bicarakan Pembelian Sistem Pertahanan Udara S-400
Russian-made S-400 missile defense systems.jpg
 
Russian-made S-400 missile defense systems.jpg
 
 
"Pembicaraan tentang subjek berada pada tahap lanjut," kata Fahad bin Mohammed al-Attiyah dalam sebuah wawancara dengan kantor berita TASS Rusia pada hari Kamis (25/1).

Diplomat tersebut mencatat bahwa Qatar juga sedang bernegosiasi dengan Rusia untuk membeli perangkat keras militer untuk pasukan darat Qatar.

Attiyah menunjukkan penandatanganan kesepakatan Doha dan Moskow untuk kerja sama militer dan teknis pada bulan Oktober 2017, mencatat bahwa kesepakatan tersebut meletakkan dasar bagi kerja sama militer lebih lanjut antara Rusia dan Qatar.

Kesepakatan itu ditandatangani saat kunjungan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu ke Qatar.

Kerjasama ini mencakup "pasokan perangkat keras militer, pelatihan militer untuk petugas dan tentara, peralatan dan, memang, kerja sama pada tingkat layanan khusus," tambahnya.

Menurut diplomat tersebut, Qatar dan Rusia juga akan memiliki atase militer yang diletakkan di kedutaan besar.

Negara-negara Arab Teluk Persia telah meningkatkan pembelian persenjataan mutakhir dari kekuatan dunia di tengah krisis diplomatik antara Qatar dan kuartet Arab yang dipimpin Arab Saudi dari negara-negara Arab terus berlanjut.

Arab Saudi, UAE, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha pada bulan Juni 2017, menuduh kerajaan mensponsori terorisme dan mendestabilisasi wilayah tersebut.

Qatar telah menolak klaim tersebut, dengan tetap mempertahankan kebebasan kebijakan luar negerinya.

Menurut Penasihat Presiden Rusia untuk Kerjasama Militer Vladimir Kozhin, Moskow juga sedang menegosiasikan kemungkinan kesepakatan S-400 dengan Arab Saudi.[IT/r]
 
Kode: 699655