Jet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan LumpuhImam Ali Khamenei: Muslim Sunni dan Syiah Bersatu Melawan MusuhAyatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari Peshmerga
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Sunday 21 January 2018 - 11:04
Share/Save/Bookmark
AS dan Perang Afghanistan:
Hotel Intercontinental Kabul Diserang dan Para Tamu Disandera
Hotel Intercontinental Kabul, diserang teroris.jpg
 
Hotel Intercontinental Kabul, diserang teroris.jpg
 
IslamTimes - Sekelompok pria bersenjata menyerang Hotel Intercontinental di Kabul, Sabtu (20/1) malam, terjadi baku-tembak dengan pasukan keamanan, menyandera beberapa tamu dan staf hotel.
 
Saat serangan, gedung hotel itu terbakar sementara para tamu dan petugas hotel berlarian keluar.

Manager hotel, Ahmad Haris Nayab, yang berhasil menyelamatkan diri tanpa terluka, mengatakan, para penyerang memasuki hotel dan orang-orang berhamburan ke luar di tengah serbuan tembakan senjata api di berbagai bagian.

Namun, Nayab mengatakan dia tidak punya informasi soal kemungkinan adanya korban.

Juru bicara kementerian dalam negeri Afghanistan Najib Danish mengatakan rincian soal serbuan tidak jelas.

Insiden terjadi beberapa hari setelah kedutaan besar Amerika Serikat mengeluarkan peringatan soal kemungkinan serangan terhadap hotel-hotel di ibu kota negara Afghanistan itu.

Danish mengatakan, para penyerang, yang masuk lewat dapur, tampaknya termasuk pengebom bunuh diri.

Menurut seorang saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya, para penyerang menyandera beberapa tamu dan petugas hotel.

Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan terbaru yang terjadi di Kabul itu.

Hotel Intercontinental, yang terletak di puncak bukit dan dijaga ketat seperti kebanyakan fasilitas umum lainnya di Kabul, juga pernah mengalami serangan oleh para gerilyawan Taliban pada 2011.

Interncontinental merupakan salah satu dari dua hotel mewah utama di ibu kota dan sebelumnya dijadwalkan menjadi tempat penyelenggaraan konferensi teknologi informasi pada Minggu (21/1).

Menurut Ahmad Wahid, pejabat di kementerian telekomunikasi, ada lebih dari 100 manager dan insinyur teknologi informasi yang berada di lokasi ketika serbuan terjadi.

Pada Kamis (18/1), Kedubes Amerika Serikat di Kabul mengeluarkan peringatan kepada para warga negaranya dengan mengatakan "Kami mengetahui ada sejumlah laporan bahwa kelompok-kelompok garis keras kemungkinan sedang merencanakan serangan ke hotel-hotel di Kabul".

Kendati misi Dukungan Tegas pimpinan NATO mengatakan, Taliban telah berada di bawah tekanan setelah Amerika Serikat meningkatkan bantuannya bagi pasukan keamanan Afghanistan dan meningkatkan serangan udara terhadap para gerilyawan, kondisi keamanan masih genting.

Setelah beberapa serangan terjadi di Kabul, termasuk pada Mei tahun lalu ketika sebuah kendaraan pengebom di luar kedutaan besar Jerman menewaskan setidaknya 150 orang, keamanan telah diperketat di daerah-daerah kantor pemerintahan dan diplomatik. [IT/r]
 
Kode: 698542