Mega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih BerlanjutJet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan Lumpuh
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 20 January 2018 - 14:13
Share/Save/Bookmark
AS, Rusia dan Kesepakatan Nuklir Iran-P5+1:
Rusia: Kesepakatan Nuklir Iran Tidak Bisa Bertahan jika AS Menarik Diri
Sergei Lavrov- Russian Foreign Minister.jpg
 
Sergei Lavrov- Russian Foreign Minister.jpg
 
IslamTimes - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah memperingatkan bahwa kesepakatan nuklir Iran dengan kekuatan dunia akan runtuh jika AS menarik diri dari kesepakatan tersebut.
 
"Dia tidak bisa tetap hidup dalam bentuk yang dinegosiasikan, terutama mengenai tuntutan oleh Amerika Serikat. Itu tidak akan dapat diterima oleh Iran dan sekarang jelas, saya yakin, orang-orang Eropa benar-benar memahami bahaya ini," Lavrov mengatakan wartawan di PBB pada hari Jumat (19/1).

"Kesepakatan ini tidak bisa dilaksanakan jika salah satu peserta secara sepihak keluar dari sana, akan berantakan, tidak akan ada kesepakatan," katanya.

Menteri luar negeri Rusia mengatakan dia yakin Washington "akan berusaha meyakinkan negara-negara Eropa untuk mengambil posisi yang sama dengan yang diambil Washington."

Lavrov mengatakan pada hari Senin (15/1) bahwa Moskow tidak akan mendukung upaya AS untuk mengubah kesepakatan nuklir 2015, yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump memperpanjang keringanan sanksi ekonomi terhadap Iran selama 120 hari lagi namun mengatakan bahwa dia melakukannya "untuk yang terakhir kalinya."[IT/r]
 
Kode: 698323