Mega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih BerlanjutJet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan Lumpuh
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 20 January 2018 - 00:23
Share/Save/Bookmark
Lebanon, Hizbullah dan Gejolak Regional:
Nasrallah: Hizbullah di antara Pasukan Paling Efektif yang Memerangi Teroris di Timur Tengah
Sayyed Hassan Nasrallah,Secretary General of the Lebanese Hezbollah resistance movement.jpg
 
Sayyed Hassan Nasrallah,Secretary General of the Lebanese Hezbollah resistance movement.jpg
 
IslamTimes - Sekjen gerakan perlawanan Hizbullah Libanon menggambarkan kelompoknya sebagai salah satu kekuatan paling efektif dalam perang melawan terorisme di wilayah Timur Tengah.
 
Berpidato pada sebuah upacara memperingati ulang tahun syahid pejuang Hizbullah di wilayah Quneitra, Suriah, Jumat (19/1) siang, Sayyid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa pengorbanan yang dilakukan oleh para martir Hizbullah berada di belakang semua kemenangan atas plot AS-Israel di wilayah tersebut.

Dia mencatat bahwa Amerika Serikat telah lama berusaha untuk menunjuk Hizbullah sebagai kelompok teroris, dan bahkan telah meratakan tuduhan yang tidak berdasar atas keterlibatan dalam perdagangan narkoba terhadap gerakan perlawanan.

Nasrallah kemudian menyarankan negarawan AS untuk melakukan investigasi skala penuh terhadap kegiatan intelijen yang terkait dengan narkoba.

Di tempat lain dalam sambutannya, Sekjen Hizbullah itu menggarisbawahi bahwa gerakannya mendukung pemerintah dan militer Lebanon dalam menghadapi ancaman yang datang dari Zionis Israel di posisi-posisi perbatasan.

Nasrallah juga memperingatkan rezim Tel Aviv terhadap tindakan provokatif di perbatasan antara Lebanon dan wilayah Palestina yang diduduki, mengutuk upaya yang ditujukan untuk normalisasi hubungan diplomatik dengan Zionis Israel.

"Pemerintah Libanon dan Liga Arab mengecam usaha untuk menormalkan hubungan dengan rezim Zionis (Israel)," katanya.

Beralih ke ledakan bom mobil di kota Sidon, Lebanon selatan, yang paling sedikit melukai seorang anggota gerakan perlawanan Hamas Palestina, Nasrallah mengatakan "ini adalah awal dari sebuah skema Zionis yang berbahaya untuk melemahkan keamanan negara tersebut."

"Amerika Serikat berencana untuk mempertahankan penempatan militernya di Irak dan Suriah dengan dalih mencegah kembalinya para teroris. Sementara seluruh dunia tahu bahwa pemerintahan AS sendiri yang menciptakan kelompok Takfiri," Nasrallah juga berkomentar.

Dia mengatakan, "Warga Irak dan Suriah dapat mencegah kebangkitan Daesh, dan tidak memerlukan bantuan AS dalam hal ini."

Sekjen Hizbullah juga mengecam penggunaan ungkapan "terorisme Islam oleh Presiden AS Donald Trump, dengan menyatakan bahwa terminologi semacam itu jelas membuktikan permusuhannya terhadap Nabi Muhammad SAW, Islam dan Muslim.[IT/r]
 
Kode: 698219