Jet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan LumpuhImam Ali Khamenei: Muslim Sunni dan Syiah Bersatu Melawan MusuhAyatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari Peshmerga
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Friday 19 January 2018 - 16:02
Share/Save/Bookmark
Yordania - Zionis Israel:
Israel Meminta Maaf kepada Yordania atas Insiden Maut di Kedutaan pada Juli 2016
Jordanian security forces outside the Israeli embassy in Amman.jpg
 
Jordanian security forces outside the Israeli embassy in Amman.jpg
 
IslamTimes - Yordania mengatakan bahwa Israel telah mengajukan permintaan maaf secara resmi atas insiden pada Juli 2016 yang menyebabkan kematian dua warga Yordania di kedutaan besarnya di Amman, dimana Tel Aviv mengatakan bahwa pihaknya akan membuka kembali kedutaannya di sana, yang ditutup setelah penembakan tersebut.
 
Juru bicara pemerintah Mohammad al Momani mengatakan pada hari Kamis(18/1) bahwa kementerian luar negeri Zionis Israel telah mengirim sebuah memorandum yang menyatakan "penyesalan dan permintaan maaf yang dalam" atas terbunuhannya kedua orang tersebut, seorang pekerja dan seorang pengamat, oleh seorang penjaga Israel di kompleks kedutaan tersebut.

Memorandum tersebut mengatakan bahwa Zionis Israel akan mengambil tindakan hukum terhadap penjaga tersebut, yang dengan cepat memulangkan orang-orang Israel untuk menghindari tuntutan di Yordania, sementara duta besar dan staf kedutaan juga ditarik keluar.

"Pemerintah [Yordania] akan mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan kepentingan nasional tertinggi sehubungan dengan memorandum Zionis Israel itu, terutama karena ini mencakup tanggapan terhadap semua kondisi yang ditetapkan oleh pemerintah setelah insiden kedutaan agar duta besar [Israel] dapat dikembalikan, termasuk semua proses hukum, "kata Momani.[IT/r]
 
Kode: 698149