Mega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih BerlanjutJet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan Lumpuh
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 15 January 2018 - 17:11
Share/Save/Bookmark
Qatar dan Konflik Arab Teluk:
'Petinggi' Qatari Meninggalkan UEA setelah Mendeklarasikan Penahanannya
Qatari Sheikh Abdullah bin Ali al-Thani with Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman.jpg
 
Qatari Sheikh Abdullah bin Ali al-Thani with Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman.jpg
 
IslamTimes - Uni Emirat Arab mengatakan seorang anggota keluarga kerajaan Qatar telah meninggalkan Abu Dhabi beberapa jam setelah dia menyatakan bahwa dia ditahan secara paksa di negara Arab Teluk Persia.
 
Sheikh Abdullah bin Ali al-Thani muncul dalam rekaman video pada hari Minggu (14/1), mengatakan bahwa dia ditahan di Abu Dhabi melawan keinginannya.

"Saya sekarang berada di Abu Dhabi sebagai tamu Sheikh Mohammed, namun sebenarnya tidak berada dalam posisi sebagai tamu tapi lebih sebagai tahanan," kata Abdullah, mengacu pada Pangeran Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahayan.

"Saya hanya ingin memberi tahu Anda bahwa jika terjadi sesuatu pada saya, jangan salahkan Qatar," tambahnya.

Setelah sebuah krisis diplomatik meletus antara Doha dengan kuartet Arab yang dipimpin Arab Saudi, Abdullah muncul sebagai tokoh oposisi dan berpihak pada aliansi anti-Qatar di beberapa program televisi Saudi dan UEA.

Arab Saudi, UAE, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha pada bulan Juni 2017, menuduh kerajaan mensponsori terorisme dan mendestabilisasi wilayah tersebut. Qatar telah menolak klaim tersebut dengan tetap mempertahankan harga untuk kebijakan luar negerinya.
 
Kode: 697215