Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 16 December 2017 - 15:18
Share/Save/Bookmark
Yordania dan Palestina:
Ribuan Warga Jordania Protes Keputusan ‘Yerusalem’ Trump
Demo anti keputusan al Quds Trump di Amman, Yordania.jpg
 
Demo anti keputusan al Quds Trump di Amman, Yordania.jpg
 
IslamTimes - Puluhan ribu warga Jordania turun ke jalan di berbagai wilayah pada Jumat (15/12) untuk memprotes keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Zionis Israel.
 
Demonstrasi terbesar diselenggarakan di pusat kota Amman, saat lebih dari 20.000 demonstran marah dari berbagai kelompok dan partai politik melancarkan aksi mereka.

Rakyat membakar bendera Israel dan Amerika Serikat, dan menyerukan dihapuskannya kesepakatan perdamaian Wadi Araba 1994, yang ditandatangani Yordania dengan Israel.

"Jerusalem ada milik kami dan itu dalam bahasa Arab tak peduli apa yang dikatakan Trump," kata demonstran, sambil membawa gambar Mesjid Al-Aqsa dan Yerusalem.
Hingga saat ini Yerusalem Lama dibagi ke dalam empat sektor, yaitu sektor Kristen, Kristen Armenia, Yahudi-Yudaisme, dan Islam. Sementara para negarawan dari negara anggota OKI telah bersidang dan mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Ibrahim Halabi, demonstran yang berusia 58 tahun, mengatakan, "Kami berada di sini untuk secara damai mengirim pesan bahwa kami semua menolak keputusan ini, yang akan menambah buruk situasi. Jerusalem adalah garis merah buat bangsa Arab dan umat muslim dan Trump perlu memahami ini."

"Kita semua juga harus mendukung dan memperlihatkan solidaritas untuk rakyat Palestina mengenai Jerusalem dan rakyat Palestina saat mereka menghadapi semua agresi dan pelanggaran Zionis Israel setelah keputusan ini," kata Halabi.

Demonstran juga menyerukan pemboikotan produk Amerika Serikat dan mendesak negara Arab dan muslim agar melakukan tindakan lebih jauh guna menekan Amerika Serikat agar mencabut keputusan itu.

Rakyat Jordania juga menggelar demonstrasi di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Jordania, Amman, untuk menolak keputusan Trump itu.[IT/r]
 
Kode: 690323