Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 16 December 2017 - 10:59
Share/Save/Bookmark
AS dan Zionis Israel:
AS Mengisyaratkan Tembok Barat Harus Menjadi Bagian dari ‘Israel’
Western Wall, a site of worship in Jerusalem al-Quds’ Old City.jpg
 
Western Wall, a site of worship in Jerusalem al-Quds’ Old City.jpg
 
IslamTimes - Presiden Presiden AS Donald Trump telah memberi isyarat bahwa Tembok Barat, tempat pemujaan di Kota Tua al-Quds Yerusalem, harus menjadi bagian dari Zionis Israel.
 
Deklarasi oleh dua pejabat senior AS pada hari Jumat (15/12) di tengah tengah eskalasi penentangan terhadap Trump yang menyatakan Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Israel.

Pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim, mengesampingkan setiap skenario yang menyatakan bahwa situs tersebut tidak berhubungan dengan Zionis Israel .

"Kami tidak dapat menerima situasi di mana Tembok Barat tidak akan menjadi bagian dari Zionis Israel, namun seperti yang sudah lama, akan menjadi bagian dari status akhir," kata Associated Press mengutip salah satu pejabat.

Pejabat lain kemudian menambahkan melalui email, "Kami mencatat kami tidak dapat mereformasi Zionis Israel akan mengadakan sebuah kesepakatan damai yang tidak termasuk Tembok Barat."

Hal ini terjadi menjelang kunjungan Wakil Presiden Mike Pence ke wilayah tersebut pada hari Rabu (20/12), kunjungan yang dilakukan pejabat Trump ditujukan untuk menguatkan pengumuman presiden mengenai Yerusalem al-Quds.

Trump membuat pengumuman kontroversial dalam sebuah pidato di Gedung Putih pada 6 Desember, mengatakan bahwa pemerintahannya juga akan memulai sebuah proses untuk memindahkan kedutaan besar Amerika di Tel Aviv ke kota suci, yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa-tahun.[IT/r]
 
Kode: 690264