Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Friday 15 December 2017 - 17:28
Share/Save/Bookmark
China dan Gejolak Palestina:
China Mendukung Negara Palestina dengan al-Quds Timur sebagai Ibukotanya
Lu Kang - Chinese Foreign Ministry spokesman.jpg
 
Lu Kang - Chinese Foreign Ministry spokesman.jpg
 
IslamTimes - China telah menyerukan pembentukan sebuah negara Palestina dengan kedaulatan dengan kemerdekaan penuh dan Yerusalem Timur al-Quds sebagai ibukotanya.
 
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, mengatakan pada hari Kamis (14/12) bahwa Beijing memahami keprihatinan negara-negara Muslim mengenai status wilayah-wilayah yang diduduki setelah sebuah langkah kontroversial oleh Presiden AS Donald Trump untuk menyatakan bahwa AS akan mengakui Yerusalem al-Quds sebagai "ibukota "Zionis Israel.

Trump mengumumkan keputusannya pekan lalu, mengatakan bahwa pemerintahannya akan memulai sebuah proses untuk memindahkan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke kota suci tersebut.

Langkah tersebut memicu demonstrasi di wilayah Palestina yang diduduki, Iran, Turki, Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Irak, Maroko, dan negara-negara Muslim lainnya.

Ini juga memicu penentangan terang-terangan oleh negara-negara dunia, termasuk Eropa.

"Kami mendukung penyelesaian masalah ini sesuai dengan resolusi PBB yang relevan dan konsensus internasional," kata Lu. "Kami juga mendukung pendirian sebuah negara merdeka di Palestina yang menikmati kedaulatan penuh, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya dan berdasarkan perbatasan 1967."

Dia juga mengatakan Beijing berharap bahwa solusi yang komprehensif, adil, dan abadi dapat segera ditemukan pada konflik Israel-Palestina.[IT/r]
 
Kode: 690141