Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Friday 15 December 2017 - 17:28
Share/Save/Bookmark
China dan Gejolak Palestina:
China Mendukung Negara Palestina dengan al-Quds Timur sebagai Ibukotanya
Lu Kang - Chinese Foreign Ministry spokesman.jpg
 
Lu Kang - Chinese Foreign Ministry spokesman.jpg
 
IslamTimes - China telah menyerukan pembentukan sebuah negara Palestina dengan kedaulatan dengan kemerdekaan penuh dan Yerusalem Timur al-Quds sebagai ibukotanya.
 
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, mengatakan pada hari Kamis (14/12) bahwa Beijing memahami keprihatinan negara-negara Muslim mengenai status wilayah-wilayah yang diduduki setelah sebuah langkah kontroversial oleh Presiden AS Donald Trump untuk menyatakan bahwa AS akan mengakui Yerusalem al-Quds sebagai "ibukota "Zionis Israel.

Trump mengumumkan keputusannya pekan lalu, mengatakan bahwa pemerintahannya akan memulai sebuah proses untuk memindahkan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke kota suci tersebut.

Langkah tersebut memicu demonstrasi di wilayah Palestina yang diduduki, Iran, Turki, Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Irak, Maroko, dan negara-negara Muslim lainnya.

Ini juga memicu penentangan terang-terangan oleh negara-negara dunia, termasuk Eropa.

"Kami mendukung penyelesaian masalah ini sesuai dengan resolusi PBB yang relevan dan konsensus internasional," kata Lu. "Kami juga mendukung pendirian sebuah negara merdeka di Palestina yang menikmati kedaulatan penuh, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya dan berdasarkan perbatasan 1967."

Dia juga mengatakan Beijing berharap bahwa solusi yang komprehensif, adil, dan abadi dapat segera ditemukan pada konflik Israel-Palestina.[IT/r]
 
Kode: 690141