Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Thursday 14 December 2017 - 22:00
Share/Save/Bookmark
Palestina vs Zionis Israel:
Pemimpin Hamas: 'Negara Israel' Tidak Ada, Tidak Memiliki Ibukota
Head of Hamas Political Bureau Ismail Haniyeh and Hamas
 
Head of Hamas Political Bureau Ismail Haniyeh and Hamas' leader in the Gaza Strip Yahya Sinwar.jpg
 
IslamTimes - Pemimpin gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas, telah dengan keras mengecam keputusan Presiden Donald Trump yang baru-baru ini yang mengakui Yerusalem al-Quds yang diduduki Israel sebagai ibukota rezim Tel Aviv, dengan menekankan bahwa apa yang disebut 'negara Israel 'tidak ada dan tidak dapat memiliki ibukota sendiri.
 
Berpidato di hadapan pendukung Hamas pada peringatan 30 tahun berdirinya gerakan tersebut di Kota Gaza pada Kamis (14/12) siang, Ismail Haniyeh memuji pengorbanan yang dilakukan oleh anggota gerakan perlawanan untuk menjaga agar Palestina tetap hidup.

"Hamas diciptakan untuk membela Palestina; dan menduduki Yerusalem al-Quds pada khususnya," katanya.

Haniyeh melanjutkan dengan mengatakan bahwa semua orang yang mencintai kebebasan di dunia mendukung perjuangan Palestina dan juga al-Quds.

Tokoh politik senior Palestina kemudian memuji perlawanan orang-orang Palestina melawan plot Israel-AS yang baru, dengan mengatakan, "Kesatuan dalam menghadapi skema AS di [Yerusalem] al-Quds adalah kemenangan bagi bangsa Palestina."

"Al-Quds Yerusalem adalah milik seluruh dunia," katanya, menyerukan demonstrasi massal di seluruh dunia untuk memaksa Washington menarik keputusannya atas kota tersebut.

"Tidak ada kekuatan di dunia ini yang bisa mengubah identitas al-Quds. Negara Israel tidak ada dan karena itu tidak dapat memiliki modal. Kami akan mengorbankan darah dan kehidupan kami untuk al-Quds dan Masjid al-Aqsa," kata Haniyeh....[IT/r]
 
Kode: 690026