Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Thursday 14 December 2017 - 21:50
Share/Save/Bookmark
Indonesia dan Pembebasan Palestina:
Indonesia akui Yerusalem Timur ibu kota Palestina
Joko Widodo. President RI.jpg
 
Joko Widodo. President RI.jpg
 
IslamTImes - Presiden Joko Widodo menyampaikan enam poin penting setelah mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), salah satunya bahwa Indonesia mengakui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina.
 
"OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral tersebut dan Two State Solution adalah satu-satunya solusi, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina," kata Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa OKI di Istanbul, Turki.

Indonesia, Presiden mengatakan, juga mengajak semua negara yang memiliki kedutaan besar di Tel Aviv untuk tidak mengikuti langkah Amerika Serikat memindahkan kedutaan ke Yerusalem setelah mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel.

"Yang ketiga, negara OKI dapat menjadi motor untuk menggerakkan dukungan negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina untuk segera melakukan," tambah Presiden.

Selain itu juga ada permintaan kepada negara-negara yang memiliki hubungan dengan Israel untuk mengambil langkah-langkah diplomatik, termasuk meninjau kembali hubungan.

Presiden juga mengharapkan negara-negara anggota OKI meningkatkan bantuan kemanusiaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta kerja sama ekonomi dengan Palestina.

"OKI harus mampu menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional dan multilateral," katanya.

Hal itu dapat dilakukan dengan mendorong resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menolak keputusan Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Di tingkat Dewan Keamanan PBB, Presiden mengatakan, negara anggota OKI juga harus dapat memastikan adanya pertemuan debat terbuka mengenai situasi di Palestina.

"Anggota OKI harus mendukung setiap pencalonan Palestina dalam keanggotaan di berbagai organisasi internasional. Dan negara OKI harus memulai lobi dukungan kepada negara-negara Gerakan Non-Blok," katanya.

Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa OKI menghasilkan Resolusi OKI mengenai Al Aqsa, Komunike Final OKI, dan Deklarasi Istanbul.

Dalam pidatonya dalam konferensi itu, Presiden menyatakan dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina akan terus meningkat dan meliputi dukungan politik, ekonomi, hingga kebijakan luar negeri. [IT/r/Antara]
 
Kode: 690025