Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 13 December 2017 - 11:44
Share/Save/Bookmark
Iran dan Pembebasan Palestina:
Pemimpin PFLP Menyambut Dukungan Soleimani
Major General Qassem Soleimani - Commander of the Islamic Revolution Guards Corps (IRGC) Quds Force.jpg
 
Major General Qassem Soleimani - Commander of the Islamic Revolution Guards Corps (IRGC) Quds Force.jpg
 
IslamTimes - Wakil Sekretaris Jenderal Front Populer untuk Pembebasan Palestina Abu Ahmed Fouad menyambut baik dukungan Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Quds Force Mayor Jenderal Qassem Soleimani untuk gerakan perlawanan Palestina.
 
"Mayor Jenderal Soleimani adalah orang yang ahli dan kami menyambut baik pernyataannya," kata Fouad seperti dikutip oleh saluran berita berbahasa Arab al-Mayadeen pada hari Selasa (12/12).

Dia menekankan bahwa perlawanan tidak sendirian dan memiliki kemampuan hebat, menambahkan, "Salah satu alasan terpenting untuk melanjutkan Intifada adalah adanya kepemimpinan bersama di semua kelompok (perlawanan)."

Ucapannya datang setelah Jenderal Soleimani menyuarakan dukungan penuh Iran untuk gerakan perlawanan Palestina.

Dia mengutarakan hal tersebut dalam sebuah percakapan telepon Senin (11/12) dengan komandan sayap militer Hamas, Brigade Ezzeddin al-Qassam, yang telah membela Jalur Gaza yang diblokade melawan tindakan agresi Israel, dan gerakan perlawanan Jihad Islam.

Jendral tertinggi Iran juga mendesak semua gerakan perlawanan di wilayah tersebut untuk meningkatkan kesiapan mereka untuk membela Masjid al-Aqsa.

Komentar Soleimani muncul di tengah ketegangan yang mendidih di wilayah-wilayah pendudukan Palestina menyusul sebuah keputusan oleh Presiden AS Donald Trump untuk secara formal mengakui al-Quds (Yerusalem) sebagai ibu kota Zionis Israel.

Trump pada hari Rabu (6/12) lalu menentang peringatan global dan mengatakan bahwa Washington secara resmi mengakui Yerusalem al-Quds sebagai "ibukota" Zionis Israel dan akan memulai proses perpindahan kedutaannya ke kota yang diduduki, yang melanggar kebijakan Amerika selama berpuluh-puluh tahun.

Pengumuman tersebut memicu peringatan keras internasional bahwa hal itu akan membawa lebih mengacaukan ke wilayah Timur Tengah. Banyak demonstrasi anti AS dan Israel telah terjadi di banyak negara selama beberapa hari terakhir.[IT/r]
 
Kode: 689612