Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 11 December 2017 - 10:46
Share/Save/Bookmark
PBB dan Invasi Saudi di Yaman:
Sekjen PBB: Hentikan "Perang Bodoh" di Yaman
Antonio Guterres, Sekjen PBB.jpg
 
Antonio Guterres, Sekjen PBB.jpg
 
IslamTimes - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Minggu (10/12), menyerukan tuntutan baru untuk mengakhiri "perang bodoh" di Yaman, mengatakan dirinya berharap pemerintah Trump dapat menekan Arab Saudi untuk meringankan krisis kemanusiaan di sana.
 
"Saya yakin ini adalah perang bodoh. Saya pikir perang ini melawan kepentingan Arab Saudi dan Emirat... (dan) rakyat Yaman," katanya kepada CNN, sebagaimana dilaporkan AFP.

"Yang kita butuhkan adalah solusi politik."

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (6/12) mengambil langkah langka dengan secara terbuka meminta agar sekutunya Arab Saudi segera mengizinkan akses untuk suplai bantuan kemanusiaan ke Yaman, dimana terjadinya krisis kemanusiaan terburuk di dunia menurut PBB, dengan jutaan orang menghadapi kelaparan.

Trump, meski tidak meminta dihentikannya serangan bom yang dipimpin Saudi di Yaman, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ajudannya akan meminta Saudi untuk "sepenuhnya mengizinkan akses untuk mengirimkan bantuan makanan, bahan bakar, air dan obat-obatan kepada rakyat Yaman, yang sangat membutuhkannya."

Guterres mengatakan kondisi di Yaman telah membaik, seraya menambahkan, "Saya harap Presiden Trump memberi banyak tekanan... Banyak bantuan kemanusiaan sudah masuk." [IT/r]
 
Kode: 689129