Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 11 December 2017 - 02:04
Share/Save/Bookmark
Turki dan Pembebasan Palestina:
Presiden Turki Mengecam ‘Israel’ sebagai 'Entitas Teroris' dan 'Pembunuh Anak-anak'
Recep Tayyip Erdogan. Turkish President.jpg
 
Recep Tayyip Erdogan. Turkish President.jpg
 
IslamTimes - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengecam keras Zionis Israel setelah keputusan Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem al-Quds yang diduduki sebagai ibu kota rezim Tel Aviv, yang menggambarkan Zionis Israel sebagai "entitas teroris" dan "pembunuh anak-anak."
 
Berbicara di sebuah kongres Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa di provinsi Turkas, Turki tengah, Minggu (10/12), Erdogan mengecam kekuatan "tidak proporsional" yang digunakan oleh pasukan Zions Israel melawan demonstran Palestina, dengan mengatakan bahwa Zionis Israel adalah rezim "penindas dan penjajah".

Ucapan tersebut datang hanya sehari setelah pemimpin Turki tersebut mengecam keputusan Trump tentang Yerusalem al-Quds, yang menekankan bahwa tindakan tersebut "bertentangan dengan hukum internasional dan fakta regional."

"Keputusan Amerika itu tidak sesuai dengan hukum internasional dan nurani manusia, keadilan dan fakta-fakta regional. Pernyataan ini merupakan pukulan keras bagi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dimana AS juga anggotanya," kata Erdogan, menambahkan," Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak dapat memiliki kredibilitas apapun jika anggota tetap Dewan Keamanannya tidak menghormatinya. "

"Israel adalah negara pendudukan, dan polisi mereka menembaki pemuda dan anak-anak ... Mereka menyerang Gaza dengan pesawat F-16 mereka. Mereka menyerang Palestina sementara itu, "kata Erdogan.

"Saya mengatakan ini dengan keras dan jelas, bersikap keras tidak berarti benar," kata presiden Turki itu.[IT/r]
 
Kode: 689113