Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Sunday 10 December 2017 - 01:44
Share/Save/Bookmark
Yahudi Anti Zionis Israel:
Ratusan Intelektual Yahudi Tuntut Trump Cabut Keputusan Al Quds Yerusalem
Donald Trump, Presiden AS.jpg
 
Donald Trump, Presiden AS.jpg
 
IslamTimes - Sekitar 100 intelektual Yahudi menandatangani petisi yang mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Zionis Israel. Mereka juga menuntut Trump untuk mencabut kembali deklarasi pengakuan itu.
 
Dalam petisi yang dirilis Kamis (7/12) waktu AS atau beberapa hari setelah pernyataan Trump itu, lebih dari 110 tokoh dari berbagai perguruan tinggi di AS menyerukan kepada Trump untuk menarik kembali deklarasi Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu.

"Kami menulis sebagai para intelektual Yahudi demi mengutarakan kecemasan kami atas keputusan pemerintahan Trump yang telah merubah kebijakan bipartisan bertahun-tahun AS dengan mengumumkan Yerusalem ibu kota Zionis Israel dan memerintahkan pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv," bunyi petisi ini seperti dikutip laman The Hill.

Mereka menyebut deklarasi dari pemerintah Amerika Serikat yang mendukung kepemilikan tunggal Yahudi atas Yerusalem telah menambah penderitaan yang dialami kota ini yang sekaligus memupuk api kekerasan baru.

Petisi ini juga mengecam pemerintah Israel karena telah diskriminatif terhadap warga Palestina.

"Penduduk Palestina di Yerusalem mengalami ketimpangan yang sistematis, termasuk distribusi tidak merata anggaran daerah dan pelayanan kota, pengabaian izin bangun yang justru diberikan kepada penduduk Yahudi, penggusuran rumah, dan penyitaan properti Palestina demi permukiman Yahudi," kata para intelektual Yahudi ini dalam petisi tersebut.

"Sebaliknya, warga Palestina di Tepi Barat, tidak seperti penduduk Yahudi Israel di wilayah ini, dimana mereka diwajibkan memiliki izin khusus untuk bisa mengunjungi tempat-tempat suci di Yerusalem," ungkap mereka.[IT/r]
 
Kode: 688876