Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 9 December 2017 - 23:29
Share/Save/Bookmark
Militer Rusia: Jet Tempur AS Berusaha Halangi Kemenangan atas ISIS di Suriah
Militer Rusia: Jet Tempur AS Berusaha Halangi Kemenangan atas ISIS di Suriah
 
 
IslamTimes- Konashenkov mengatakan bahwa otoritas militer AS telah gagal memberikan jawaban yang jelas kepada pihak berwenang militer Rusia yang berbasis di Suriah mengenai manuver berbahaya pesawat tempur F-22 AS pada 23 November.
 

Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, mengatakan pada hari Sabtu (9/12/17) bahwa pesawat tempur Amerika di Suriah telah mencoba untuk mengganggu operasi udara Rusia terhadap posisi ISIS di Suriah timur.

"Jet tempur F-22 Amerika secara aktif mencegah pesawat Su-25 milik Rusia dari melakukan misi tempur untuk menghancurkan kubu ISIS di pinggiran kota Mayadin di wilayah udara di tepi barat Sungai Efrat pada 23 November, "kata Konashenkov.
Pejabat tersebut menambahkan bahkan jet tempur Amerika berusaha untuk meningkatkan ketegangan dengan sinyal bertempur dengan jet Rusia.

"Pesawat F-22 AS melepaskan tembakan panas dan melepaskan perisai rem dengan manuver permanen, menirukan aksi pertempuran udara," kata Konashenkov, menambahkan bahwa pesawat AS tersebut kemudian menghentikan manuvernya yang berbahaya dan melarikan diri ke wilayah Irak setelah seorang jet tempur Su-35S Rusia muncul. di tempat kejadian

Dia mengatakan insiden serupa telah terjadi pada minggu-minggu terakhir pertempuran melawan ISIS di Suriah timur, menambahkan bahwa insiden tersebut menunjukkan Washington berusaha untuk menghalangi kekalahan penuh dari kelompok teroris di wilayah tersebut.

Rusia memulai kampanye militer melawan teroris di Suriah pada bulan September 2015 ketika pemerintah Suriah mengajukan permintaan resmi ke Kremlin. Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Rabu lalu mengumumkan "kemenangan penuh" atas ISIS di kedua tepi Sungai Efrat di Suriah.

Konashenkov mengatakan bahwa otoritas militer AS telah gagal memberikan jawaban yang jelas kepada pihak berwenang militer Rusia yang berbasis di Suriah mengenai manuver berbahaya pesawat tempur F-22 AS pada 23 November.(IT/TGM)
 
Kode: 688851