Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 28 November 2017 - 16:39
Share/Save/Bookmark
Malaysia dan Invasi Saudi di Yaman:
Mantan Perwira Mengecam Peran 'Tidak Bijaksana' Malaysia dalam Agresi yang Pimpinan Saudi di Yaman
Saudi border guards keep watch along the frontier with Yemen in the al-Khubah area, Jizan Province.jpg
 
Saudi border guards keep watch along the frontier with Yemen in the al-Khubah area, Jizan Province.jpg
 
IslamTimes - Sekelompok pensiunan perwira militer dan polisi di Malaysia telah mengecam keterlibatan negara-negara Asia Tenggara yang dilaporkan dalam serangan militer pimpinan-Arab Saudi terhadap Yaman.
 
Presiden National Patriot Association (NPA) Mohamed Arshad Raji mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (28/11) bahwa berdasarkan sebuah laporan baru-baru ini oleh penyiar yang berbasis di Qatar, Al Jazeera, personil militer Malaysia telah bergabung dengan koalisi pimpinan-Arab Saudi.

"Jika laporan berita Al Jazeera benar, maka NPA ingin mendaftarkan protes terkuatnya terhadap partisipasi angkatan bersenjata di pasukan koalisi pimpinan-Saudi dan keterlibatan personil militer kita dalam konflik Timur Tengah ini," kata Arshad.

Kembali pada bulan Januari, panel pakar PBB mengatakan bahwa perwira Malaysia termasuk di antara mereka yang bekerja di markas koalisi Riyadh, memperingatkan bahwa serangan yang dilakukan oleh Saudi terhadap Yaman "mungkin merupakan kejahatan perang."

Menteri Pertahanan Datuk Seri Hishammuddin Hussein mengatakan bahwa tentara Malaysia hadir di Arab Saudi bukan karena berperang melawan pejuang Yaman Houthi Ansarullah, namun mendapatkan pengalaman, khususnya mengenai misi evakuasi dan bantuan bencana.

"Kepemimpinan Arab Saudi memberi angkatan bersenjata kami beberapa pelajaran," katanya, menambahkan, "Saya tidak berpikir itu adalah masalah. Kebijakan kita untuk tetap berada di perbatasan Arab Saudi tidak berubah."[IT/r]

 
Kode: 686290
 
 
1


Alasytar Acheh - Sumatra
Norway
1396-09-11 19:30:14
Serangan yang dilakukan Arab Saudi terhadap Yaman "memang merupakan kejahatan perang. (601329)