Mega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih BerlanjutJet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan Lumpuh
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Sunday 12 November 2017 - 18:35
Share/Save/Bookmark
Aljazair dan Gejolak Afrika dan Timur Tengah:
PM Aljazair: Negara-negara Arab Habiskan $ 130 Miliar untuk Menghancurkan Suriah, Libya dan Yaman
Ahmed Ouyahia -Former Algerian Prime Minister.jpg
 
Ahmed Ouyahia -Former Algerian Prime Minister.jpg
 
IslamTimes - Mantan Perdana Menteri Aljazair Ahmed Ouyahia mengatakan beberapa negara Arab regional telah menghabiskan $ 130 miliar untuk menghncurkan Suriah, Libya dan Yaman.
 
Ouyahia menyatakan itu pada hari Sabtu (11/11) pada saat sebagian besar Timur Tengah dan Afrika Utara kacau, bergulat dengan krisis yang berbeda, mulai dari terorisme dan ketidakamanan hingga ketidakpastian politik dan campur tangan asing.

Aljazair berpendapat bahwa negara-negara regional harus menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog dan campur tangan asing merugikan mereka.

Suriah telah dicengkeram oleh militansi yang disponsori asing sejak 2011. Takfirisme, yang merupakan merek dagang dari banyak kelompok teroris yang beroperasi di Suriah, sangat dipengaruhi oleh Wahhabisme, ideologi radikal yang mendominasi Arab Saudi.

Libya telah semakin bergelut dengan kekerasan dan ketidakpastian politik sejak mantan penguasa Muammar Gaddafi digulingkan pada tahun 2011 dan kemudian dibunuh setelah intervensi militer NATO pimpinan AS. Daesh telah memanfaatkan kekacauan di Libya untuk meningkatkan kehadirannya di sana.

Yaman juga menyaksikan perang mematikan Saudi sejak Maret 2015 yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan.

Bulan lalu, mantan wakil perdana menteri Qatar Abdullah bin Hamad al-Attiyah mengatakan bahwa Uni Emirat Arab telah merencanakan invasi militer ke Qatar dengan ribuan tentara bayaran yang dilatih di AS.[IT/r]
 
Kode: 682921