Tentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari SpanyolSerangan Bom Kelompok Al-Shabaab Tewaskan Tiga Orang di SomaliaDua Tewas dalam Aksi Barbar di Kampus Louisiana, AS
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 11 November 2017 - 22:25
Share/Save/Bookmark
Turki dan Gejolak Politik Saudi Arabia:
Erdogan ke Putra Mahkota Saudi: Anda Bukan Pemilik Islam
Recep Tayyip Erdogan, Turkish President.jpg
 
Recep Tayyip Erdogan, Turkish President.jpg
 
IslamTimes - Dalam ucapan keras namun tidak langsung yang ditujukan kepada Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pejabat Saudi tersebut bukan pemilik agama Islam.
 
Presiden Erdogan mengatakan pada hari Jumat (10/11) bahwa gagasan bahwa ada Islam "moderat" dan yang "tidak moderat" telah ditemukan oleh Barat untuk "melemahkan" iman.

Berbicara di sebuah konferensi investasi besar di Riyadh pada tanggal 24 Oktober, bin Salman telah berjanji untuk mengembalikan Arab Saudi ke "Islam moderat."

"Istilah 'Islam moderat' sedang diutarakan lagi," kata Erdogan dalam sambutannya pada Jumat (10/11). "Paten 'Islam moderat' adalah milik Barat. Tidak ada Islam 'moderat' atau 'tidak moderat'; Islam adalah satu. Tujuan menggunakan istilah semacam itu adalah melemahkan Islam. "

"Mungkin orang yang menyuarakan konsep ini menganggapnya miliknya. Tidak, itu bukan milik Anda," kata Presiden Erdogan, tanpa menyebut nama Mohammed bin Salman.

Sementara ideologi resmi di Arab Saudi adalah Islam, sebuah ideologi yang dikenal sebagai Wahhabisme diutarakan oleh ulama yang diberi sanksi pemerintah di negara ini. Ideologi yang sama dipraktikkan oleh teroris Takfiri yang menimbulkan malapetaka di wilayah Timur Tengah dan sekitarnya, juga.

"Mereka (orang Saudi) mengatakan bahwa kita akan kembali ke Islam moderat, tapi mereka tetap tidak memberi hak kepada perempuan untuk mengendarai mobil. Apakah ada yang namanya Islam? Kurasa mereka akan memberikan hak ini saat mereka beralih ke yang moderat," kata Erdogan, sinis.[IT/r]
 
Kode: 682739