Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 17 October 2017 - 17:15
Share/Save/Bookmark
AS dan Gejolak Iraq:
Trump Mengatakan Dia Tidak Akan Memihak antara Baghdad dan Arbil
Iraq - Kurdistan.jpg
 
Iraq - Kurdistan.jpg
 
IslamTimes - Amerika Serikat menyatakan "keprihatinan" namun mengatakan Washington tidak akan berpihak saat pasukan pemerintah Irak mengambil alih aset utama di kota Kirkuk yang kaya minyak.
 
"Kami tidak berpihak, tapi kami tidak menyukai kenyataan bahwa mereka bentrok," Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan di Washington.

"Sudah bertahun-tahun kita memiliki hubungan yang sangat baik dengan orang Kurdi."

"Kami juga berada di pihak Irak," tambahnya, "tapi kami tidak memihak dalam pertempuran itu."

Trump berbicara setelah tentara dan tank Irak menyapu provinsi utara, menguasai lokasi minyak dan militer dari Kurdi dan merebut kantor gubernur di kota Kirkuk.

Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan bahwa Amerika Serikat "sangat prihatin" dengan kekerasan tersebut dan mendesak "semua pihak untuk menghindari provokasi yang dapat dimanfaatkan oleh musuh-musuh Irak yang tertarik untuk memicu konflik etnis dan sektarian."

Amerika Serikat mendukung "pelaksanaan bersama secara damai oleh pemerintah pusat dan daerah, sesuai dengan Konstitusi Irak, di semua wilayah yang disengketakan," katanya.

Pejabat Pentagon mengatakan bahwa mereka mendesak kedua belah pihak untuk menghindari eskalasi konflik.[IT/r]
 
Kode: 677217