Tentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari SpanyolSerangan Bom Kelompok Al-Shabaab Tewaskan Tiga Orang di SomaliaDua Tewas dalam Aksi Barbar di Kampus Louisiana, AS
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 17 October 2017 - 16:39
Share/Save/Bookmark
ISIS Maute di Filipina:
Duterte Menyatakan Marawi Sudah Bebas, tapi Bentrokan Sporadis masih Berlanjut
Rodrigo Dutarte, Presiden Filipina.jpg
 
Rodrigo Dutarte, Presiden Filipina.jpg
 
IslamTimes - Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah mengumumkan kota selatan Marawi telah dibebaskan dari teroris yang terkait dengan Daesh, sementara militer mengatakan bahwa pihaknya masih memerangi kelompok teroris di sana.
 
"Dengan ini saya menyatakan Marawi telah dibebaskan dari para teroris," kata Duterte pada hari Selasa (17/10) dalam sebuah pidato di depan pasukan militer di Marawi.

Pemimpin Filipina lebih lanjut mengatakan sekarang bahwa pertarungan telah selesai, sekarang saatnya untuk menyembuhkan orang-orang yang terluka dan membangun kembali kota berpenduduk 200.000 orang di pulau Mindanao.

Seorang juru bicara militer, bagaimanapun, mengatakan meskipun pengumuman Duterte, tentara masih melakukan pertempuran kecil dengan sekitar 30 teroris yang bersembunyi di kota tersebut.

Associated Press mengutip kepala militer Jenderal Eduardo Ano bahwa pernyataan Duterte berarti ancaman dari teroris, yang telah berperang di Marawi sejak 23 Mei, secara substansial berakhir.

"Mereka tanpa pemimpin dan mereka tidak memiliki organisasi lagi," katanya. "Masih ada pertempuran kecil."

Juru bicara militer Restituto Padilla juga mengatakan kepada saluran berita ANC bahwa "deklarasi presiden semoga memberi jalan bagi masuknya dan memulai rehabilitasi, rekonstruksi dan pembangunan kembali Marawi dari abu tersebut."

Pada hari Senin (16/10), tentara Filipina mengatakan telah membunuh dua komandan teratas teroris Daesh, Isnilon Hapilon dan Omarkhayam Maute, dalam sebuah serangan di kota yang diperangi tersebut. [IT/r]
 
Kode: 677204