Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 17 October 2017 - 16:22
Share/Save/Bookmark
AS dan Invasi Saudi di Yaman:
Senator Dem: Peran AS dalam Perang Saudi terhadap Yaman Tidak Konstitusional
Yemeni school children walking outside a school in the southern Yemeni city of Taez.jpg
 
Yemeni school children walking outside a school in the southern Yemeni city of Taez.jpg
 
IslamTimes - Dukungan pemerintah AS untuk Arab Saudi dalam perang brutal melawan Yaman "tidak konstitusional," kata Senator Demokrat Ro Khanna, yang sedang membuat sebuah undang-undang untuk mengakhiri keterlibatan militer AS dalam serangan mematikan tersebut.
 
Berbicara dalam sebuah wawancara kepada Democracy Now! yang diterbitkan pada hari Senin (16/10), Demokrat California mengatakan dukungan militer Washington untuk Arab Saudi dalam bentuk penerbangan pengisian bahan bakar udara dan target intelijen tidak pernah disetujui oleh anggota parlemen.

"Sayangnya, kita telah membantu Arab Saudi. Kita telah membantu Saudi dengan pengisian bahan bakar pesawat Saudi. Kita telah membantu Arab Saudi dengan (menunjukkan) target. Dan semua ini tidak disetujui oleh Kongres Amerika Serikat," kata Khanna.

"Pertanyaannya adalah: Apakah hak asasi manusia? Apakah kita akan membela hak asasi manusia dan nilai dasar kemanusiaan? Dan di masa lalu, Amerika Serikat, di bidangh ini, berpandangan bahwa 'Mari kita menyeimbangkan Iran, dan tidak masalah apa yang dilakukan di Arab Saudi. Jika mereka menentang Iran, kita harus melakukannya untuk mereka. "Tapi ini tentu saja merupakan krisis kemanusiaan di Yaman," anggota parlemen melanjutkan.[IT/r]
 
Kode: 677199