Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 17 October 2017 - 00:38
Share/Save/Bookmark
AS dan Kesepakatan Nuklir Iran-P5+1:
Trump: Penghentian Total Kesepakatan Nuklir Iran 'Benar-benar Mungkin’
Donald Trump - US President in the Cabinet Room of the White House in Washington, DC.jpg
 
Donald Trump - US President in the Cabinet Room of the White House in Washington, DC.jpg
 
IslamTimes - Presiden AS Donald Trump mengatakan penghentian total kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran adalah "kemungkinan yang sangat nyata."
 
Berbicara kepada wartawan menjelang pertemuan dengan kabinetnya pada hari Senin (16/10), Trump berkata, "Saya merasa sangat kuat terhadap apa yang telah saya lakukan. Saya bosan dimanfaatkan."

"Kemungkinan total penghentian, itu kemungkinan nyata, beberapa orang akan mengatakan bahwa itu adalah kemungkinan yang lebih besar," tambahnya.

Komentar tersebut muncul beberapa hari setelah Trump mengumumkan bahwa dia tidak akan mengesahkan kembali kesepakatan internasional tersebut, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Komprehensif Aksi Bersama.

Berdasarkan undang-undang AS, presiden diwajibkan untuk mengesahkan kepatuhan Iran terhadap perjanjian nuklir tersebut setiap 90 hari. Trump telah melakukannya dua kali sejak menjabat, meski enggan.

Dengan menolak untuk mengesahkan kesepakatan tersebut untuk ketiga kalinya, Trump telah menyerahkan masalah tersebut kepada Kongres untuk memutuskan apakah akan mengembalikan sanksi terhadap Iran, yang dicabut dengan imbalan Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya.

Pada pidatonya di Gedung Putih pada hari Jumat (13/10), Trump juga mengancam bahwa dia akan menghentikan JCPOA jika Kongres dan sekutu Amerika gagal mengubah kesepakatan tersebut secara signifikan.

Kongres memiliki waktu tinjauan 60 hari untuk memutuskan langkah selanjutnya.[IT/r]
 
Kode: 677078