Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Thursday 12 October 2017 - 09:54
Share/Save/Bookmark
AS, Rusia dan Gejolak Suriah:
Moskow: AS Mencoba Mensabotase Zona De-eskalasi di Suriah Selatan
Igor Konashenkov, Russian military spokesman.jpg
 
Igor Konashenkov, Russian military spokesman.jpg
 
IslamTimes - Kementerian Pertahanan Rusia meminta sebuah klarifikasi dari Washington tentang upaya kedua hendak mengubah wilayah kehadiran pasukan AS di al-Tanf menjadi jembatan bagi teroris ISIL untuk melancarkan serangan terhadap sejumlah situs di al-Badia di Suriah.
 
Juru bicara Kementerian, Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan bahwa pihak Rusia telah mengingatkan Amerika pada kenyataan bahwa mengubah basis al-Tanf di perbatasan Suriah-Jordania menjadi lubang hitam untuk melancarkan serangan mereka adalah tindakan ilegal.

“Pertanyaan bagaimana 300 teroris ISIL menggunakan truk pick-up mencoba memblokir jalan raya Damaskus-Deir Ezzor yang penting secara strategis, dimana pasokan untuk pasukan Suriah dibawa dan bantuan kemanusiaan untuk penduduk dikirim, masuk ke wilayah yang dikuasai AS di negara tersebut, al-Tanf tetap tidak terjawab," kata jenderal tersebut.

"Kami meminta pihak Amerika untuk mengklarifikasi fakta lain karena menutup mata atas aktivitas teroris yang beroperasi di bawah hidung mereka.
Ini murni karena alasan etika militer sehingga kami tidak mempublikasikan foto terbaru pangkalan AS di al-Tanf dengan truk pick-up yang melimpah dengan senapan mesin berat dan senjata jarak jauh yang bukan merupakan ciri khas dari tentara AS," katanya.

Konashenkov melanjutkan dengan mengatakan bahwa 600 teroris yang ditempatkan di kamp pengungsian Rukban di daerah yang dikuasai oleh AS di daerah Tana telah berangkat ke barat dengan tertib dengan kendaraan dari tanggal 2 sampai 3 Oktober.

"Mengingat bala bantuan tenaga kerja yang serius dengan kebajikan AS dan menggantikan stok obat-obatan dengan persediaan makanan, seseorang tidak harus menjadi ahli untuk meramalkan upaya untuk mengganggu kesepakatan damai sekarang di zona de-eskalasi selatan juga. Kami memperingatkan bahwa semua tanggung jawab untuk proses sabotase perdamaian akan ditanggung oleh pihak AS," kata Konashenkov.[IT/r]
 
Kode: 675969