Mega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih BerlanjutJet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan Lumpuh
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Thursday 12 October 2017 - 09:18
Share/Save/Bookmark
Kemelut Kurdi Iraq:
Pengadilan Irak Perintahkan Menangkap Pelaksana Referandum Kurdi
Kemelut Kurdi Iraq.jpg
 
Kemelut Kurdi Iraq.jpg
 
IslamTimes - Pengadilan Irak pada hari Rabu (11/10) memerintahkan penangkapan ketua dewan dan dua anggota komisi lainnya yang mengorganisir referandum bulan lalu untuk pemisahan wilayah Kurdi, kata seorang pejabat pengadilan.
 
Pengadilan di Baghdad timur bertindak sebagai tanggapan atas permintaan dari Dewan Keamanan Nasional yang dipimpin oleh Perdana Menteri Haidar al-Abadi, kata juru bicara Dewan Kehakiman Abdel Sattar Bayraqdar kepada AFP.

Pengadilan mengeluarkan surat perintah kepada pimpinan Hendren Saleh dan anggota Yari Hajji Omar dan Wahida Yofo Hermez.

“Ini diputuskan karena ketiganya mengatur referendum yang bertentangan dengan sebuah keputusan pengadilan tertinggi Irak, yang telah menemukan pemungutan suara tidak konstitusional dan memerintahkan agar dibatalkan.”

Putusan Mahkamah Agung tersebut diajukan satu minggu sebelum referendum 25 September - yang menunjukkan pemilih menginginkan merdeka - namun panitia melanjutkannya tanpa mempedulikannya.

Pada hari Senin (9/10), Baghdad melepaskan serangan hukum terhadap pejabat Kurdi dan berusaha merebut bisnis utama dengan tawaran baru untuk mengencangkan ikatan.

Ini telah memutuskan hubungan antara Kurdistan dan dunia luar dengan memotong hubungan udara internasional ke wilayah tersebut.[IT/r]
 
Kode: 675964