Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 11 October 2017 - 09:27
Share/Save/Bookmark
Iran vs Hegemoni Global:
Iran: AS Perlu Mendapat Pelajaran Baru
Brigadier General Massoud Jazayeri - Deputy Chief of Staff of Iran
 
Brigadier General Massoud Jazayeri - Deputy Chief of Staff of Iran's Armed Forces.jpg
 
IslamTimes - Jurubicara Angkatan Bersenjata Iran telah mengecam Presiden AS Donald Trump karena telah membuat ancaman dan tuduhan terhadap Republik Islam, mengatakan sudah saatnya Amerika Serikat diberi “pelajaran baru".
 
"Tampaknya administrasi Trump tidak mengerti apa-apa kecuali umpatan dan membutuhkan beberapa kejutan untuk mempelajari konsep baru kekuasaan di dunia sekarang ini," kata Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Massoud Jazayeri pada hari Selasa (10/10).

Dia menambahkan bahwa pendekatan AS membuat masyarakat di seluruh dunia menjadi frustrasi, mengatakan, "Sudah waktunya untuk memberikan pelajaran baru pada AS."

Dia menekankan bahwa kemampuan defensif Iran yang terus meningkat tidak akan terpengaruh oleh retorika asing dan mengatakan, "Kebijakan dan logika Republik Islam Iran untuk meningkatkan kekuatan defensif negara (Iran) adalah masalah yang tidak perlu diragukan lagi."

Komandan Iran menambahkan bahwa negara tersebut telah mempertimbangkan rencana serius untuk melawan kebijakan agresif AS.

"Era kehadiran dan dominasi AS kawasan Asia Barat telah berakhir," Jazayeri menunjukkan.

Trump dilaporkan berencana hendak "membatalkan" pada tanggal 15 Oktober, kesepakatan nuklir, yang dikenal sebagai Rencana Komprehensif Aksi Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action / JCPOA), yang dicapai antara Iran dan kelompok negara P5 +1 pada tahun 2015. Menurut laporan, presiden AS berencana hendak menyatakan bahwa kesepakatan nuklir tidak untuk kepentingan nasional Amerika Serikat dan menyatakan isu tersebut ke Kongres.

Presiden AS juga diperkirakan akan menunjuk Corps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.[IT/r]
 
Kode: 675706