Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 11 October 2017 - 09:27
Share/Save/Bookmark
Iran vs Hegemoni Global:
Iran: AS Perlu Mendapat Pelajaran Baru
Brigadier General Massoud Jazayeri - Deputy Chief of Staff of Iran
 
Brigadier General Massoud Jazayeri - Deputy Chief of Staff of Iran's Armed Forces.jpg
 
IslamTimes - Jurubicara Angkatan Bersenjata Iran telah mengecam Presiden AS Donald Trump karena telah membuat ancaman dan tuduhan terhadap Republik Islam, mengatakan sudah saatnya Amerika Serikat diberi “pelajaran baru".
 
"Tampaknya administrasi Trump tidak mengerti apa-apa kecuali umpatan dan membutuhkan beberapa kejutan untuk mempelajari konsep baru kekuasaan di dunia sekarang ini," kata Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Massoud Jazayeri pada hari Selasa (10/10).

Dia menambahkan bahwa pendekatan AS membuat masyarakat di seluruh dunia menjadi frustrasi, mengatakan, "Sudah waktunya untuk memberikan pelajaran baru pada AS."

Dia menekankan bahwa kemampuan defensif Iran yang terus meningkat tidak akan terpengaruh oleh retorika asing dan mengatakan, "Kebijakan dan logika Republik Islam Iran untuk meningkatkan kekuatan defensif negara (Iran) adalah masalah yang tidak perlu diragukan lagi."

Komandan Iran menambahkan bahwa negara tersebut telah mempertimbangkan rencana serius untuk melawan kebijakan agresif AS.

"Era kehadiran dan dominasi AS kawasan Asia Barat telah berakhir," Jazayeri menunjukkan.

Trump dilaporkan berencana hendak "membatalkan" pada tanggal 15 Oktober, kesepakatan nuklir, yang dikenal sebagai Rencana Komprehensif Aksi Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action / JCPOA), yang dicapai antara Iran dan kelompok negara P5 +1 pada tahun 2015. Menurut laporan, presiden AS berencana hendak menyatakan bahwa kesepakatan nuklir tidak untuk kepentingan nasional Amerika Serikat dan menyatakan isu tersebut ke Kongres.

Presiden AS juga diperkirakan akan menunjuk Corps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.[IT/r]
 
Kode: 675706