Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 11 October 2017 - 09:17
Share/Save/Bookmark
Iran, Rusia dan AS:
Rusia Menentang Rencana AS Mem-blacklist IRGC Iran sebagai Kelompok Teroris
Kementerian Luar Negeri Rusia.jpg
 
Kementerian Luar Negeri Rusia.jpg
 
IslamTimes - Kementerian Luar Negeri Rusia telah menyatakan penolakannya terhadap rencana Presiden AS Donald Trump untuk menunjuk Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.
 
Moskow tidak menganggap IRGC sebagai organisasi teroris, kantor berita Interfax Rusia mengutip Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pada hari Selasa (10/10).

Berita tersebut muncul beberapa hari sebelum pengumuman presiden AS mengenai keputusan akhir mengenai strategi Iran-nya.

Dalam rencana pidato pada 15 Oktober, Trump diharapkan akan menunjuk IRGC sebagai organisasi teroris. Selain itu, dia dilaporkan berencana untuk mengumumkan bahwa dia tidak akan mengesahkan perjanjian nuklir tersebut, yang dikenal sebagai Rencana Komprehensif Aksi Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action / JCPOA), yang dicapai antara Iran dan kelompok negara P5 +1 pada tahun 2015.

Pada hari Senin (9/10), Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif memperingatkan bahwa Tehran akan mengambil tindakan balasan melawan potensi "kesalahan strategis" Trump untuk mem-blacklist IRGC.

"Jika pejabat Amerika membuat kesalahan yang begitu strategis, Republik Islam Iran akan mengambil tindakan balasan," kata Zarif, menambahkan, "Beberapa tindakan telah dipikirkan dalam hal ini dan akan diambil pada waktu yang tepat."

Komandan utama IRGC, Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari, mengatakan pada hari Minggu (8/10) bahwa Iran akan memperlakukan tentara AS seperti teroris Daesh jika IRGC ditunjuk sebagai organisasi teroris oleh AS.

Upaya Trump untuk mem-blacklist IRGC datang saat para penasihat pasukan elit Iran saat ini membantu pasukan Irak dan Suriah dalam serangan anti-terorisme melawan teroris Takfiri Daesh dan kelompok teroris lainnya di kedua negara tersebut.[IT/r]
 
Kode: 675705