Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 16 September 2017 - 14:32
Share/Save/Bookmark
Prabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah Pencitraan
Prabowo Hadiri Aksi Bela Rohingya (Detik)
 
Prabowo Hadiri Aksi Bela Rohingya (Detik)
 
Islam Times - Prabowo Subianto blunder hanya untuk mencari simpatik yang salah. Apakah mesti menjadi orang kaya dulu untuk kemudian membantu sesama saudara yang miskin? Apakah harus menjadi perkasa dulu untuk bisa membantu yang lemah?
 
Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga etnis Rohingya Myanmar yang mengungsi ke Bangladesh yang menurut ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto hanya bentuk pencitraan semata.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan orasinya di Aksi Bela Rohingya 169 di depan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017). Sebelum memberikan bantuan ke luar negeri, Indonesia menurutnya harus kuat terlebih dahulu di dalam.

"Tapi kita memperkuat diri supaya orang denger kita bicara. Terus terang saja, negara kita sedang dalam keadaan tidak punya uang karena kita utang terus, kita pinjam uang untuk biaya, kita pinjam uang," ujar Prabowo di depan massa aksi.

Baca juga: Pesawat ke-6 Bantuan RI untuk Rohingya Dikirim ke Bangladesh

"Kekayaan kita bocor, kita tidak bisa jaga kekayaan kita sendiri," imbuhnya.

Prabowo kemudian berbicara soal bantuan yang diberikan Indonesia ke pengungsi Rohingya. Dia menyebut bantuan tersebut adalah pencitraan.

"Percaya sama saya, kalau kita kuat kaum Rohingya kita bantu. Kalau pun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang," kata Prabowo.

"Jadi saudara-saudara di sini saya harus kasih tahu supaya tidak emosional. Kita harus tunjukkan Islam yang tenang, Islam yang melindungi semuanya," imbuhnya.

Prabowo meminta kepada umat Islam untuk menebar kedamaian Islam. Dengan begitu Islam akan dihormati dan disegani seluruh dunia.

"Kalau mereka menindas kaum muslim, kita tunjukkan kita beri keamanan. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin. Sejuk tidak berarti jadi kambing, sejuk tidak berarti dibohongin terus menerus," papar Prabowo.

Dia lantas menyinggung kondisi bangsa Indonesia yang dianggap belum kuat saat ini. Prabowo percaya Indonesia akan kembali kuat nantinya.

"Kaum Rohingya pada saat Indonesia kuat, Indonesia akan tunjukkan, hidupkan suatu masyarakat yang aman damai sejahtera. Kalau kita tidak kuat inilah yang terjadi. Kita sendiri jadi tamu di rumah kita sendiri, kalau yang punya rumah," tuturnya.

Bicara soal bantuan ke Rohingya, Indonesia sebenarnya sudah mengirimkan 6 pesawat bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya. Bantuan itu bukan hanya dari pemerintah saja namun juga dari pihak-pihak lain yang menyalurkannya secara bersamaan.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik masyarakat, ormas, pemda, pengusaha yang bersama-sama nantinya kirimkan bantuan untuk saudara kita kepada pengungsi di Rakhine State, baik di Myanmar maupun Bangladesh," ungkap Jokowi melepas penerbangan bantuan untuk Rohingya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (13/9).

Prabowo Subianto blunder hanya untuk mencari simpatik. Apakah mesti menjadi kaya dulu untuk membantu sesama saudara yang miskin? Apakah harus menjadi perkasa dulu untuk bisa membantu yang lemah?

Bukankah membantu orang lain yang membutuhkan disaat kita juga membutuhkan, akan jauh lebih hebat dan terhormat pak Prabowo?

Dan, apa yang Anda lakukan ini, yang katanya "solidaritas" untuk Rohingya adalah pencintraan, menurut logika Anda. Tak salah jika ada yang menduga bahwa Anda sedang kampanye dan menari-nari di atas penderitaan bangsa lain.

Aha, sepertinya perlu ada orang dekat yang memberitahu kepada Prabowo supaya tidak perlu aksi pencitraan untuk teriak-teriak pencitraan terhadap aksi pihak lain. [IT/Detik]
 
Kode: 669487