Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 6 September 2017 - 17:27
Share/Save/Bookmark
Zarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah Muslimin
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif
 
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif
 
Islam Times - "Arab Saudi adalah negara Islam yang penting dan oleh karena itu, kami siap untuk bekerja sama dengan negara tersebut untuk menangani masalah Muslim Rohingya," katanya.
 
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa Iran siap untuk bekerja dengan semua negara Islam, termasuk Arab Saudi, untuk membantu mengatasi masalah umat Islam di wilayah Timur Tengah dan dunia.

"Kami siap untuk bekerja sama dengan negara-negara Islam mengenai semua isu yang penting bagi dunia Islam," kata Zarif dalam sebuah wawancara dengan jaringan TV berbahasa Arab, al-Mayadeen pada Rabu, 06/09/17.

"Arab Saudi adalah negara Islam yang penting dan oleh karena itu, kami siap untuk bekerja sama dengan negara tersebut untuk menangani masalah Muslim Rohingya," katanya.

Diplomat tertinggi Iran lebih lanjut menekankan, Tehran juga siap bekerja sama dengan Riyadh untuk membantu mengakhiri krisis regional, termasuk konflik Suriah, tindakan keras di Bahrain dan perang "irasional dan mahal" di Yaman.

Hubungan antara Tehran dan Riyadh semakin tegang selama beberapa tahun terakhir setelah pandangan kedua negara bertentangan mengenai perkembangan regional, khususnya di Yaman dan Suriah.

Hubungan tersebut semakin memburuk setelah insiden jamaah haji di Mina, dekat Mekah Arab Saudi, pada bulan September 2015, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 7.000 jamaah haji, termasuk 465 orang Iran. [IT/Onh/Ass]

 
Kode: 666922