Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 6 September 2017 - 17:27
Share/Save/Bookmark
Zarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah Muslimin
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif
 
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif
 
Islam Times - "Arab Saudi adalah negara Islam yang penting dan oleh karena itu, kami siap untuk bekerja sama dengan negara tersebut untuk menangani masalah Muslim Rohingya," katanya.
 
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa Iran siap untuk bekerja dengan semua negara Islam, termasuk Arab Saudi, untuk membantu mengatasi masalah umat Islam di wilayah Timur Tengah dan dunia.

"Kami siap untuk bekerja sama dengan negara-negara Islam mengenai semua isu yang penting bagi dunia Islam," kata Zarif dalam sebuah wawancara dengan jaringan TV berbahasa Arab, al-Mayadeen pada Rabu, 06/09/17.

"Arab Saudi adalah negara Islam yang penting dan oleh karena itu, kami siap untuk bekerja sama dengan negara tersebut untuk menangani masalah Muslim Rohingya," katanya.

Diplomat tertinggi Iran lebih lanjut menekankan, Tehran juga siap bekerja sama dengan Riyadh untuk membantu mengakhiri krisis regional, termasuk konflik Suriah, tindakan keras di Bahrain dan perang "irasional dan mahal" di Yaman.

Hubungan antara Tehran dan Riyadh semakin tegang selama beberapa tahun terakhir setelah pandangan kedua negara bertentangan mengenai perkembangan regional, khususnya di Yaman dan Suriah.

Hubungan tersebut semakin memburuk setelah insiden jamaah haji di Mina, dekat Mekah Arab Saudi, pada bulan September 2015, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 7.000 jamaah haji, termasuk 465 orang Iran. [IT/Onh/Ass]

 
Kode: 666922